Terakhir, telur setengah matang sangat mungkin terkontaminasi bakteri.
Hal itu lantaran telur tidak dimasak dengan tingkat kematangan sempurna.
Salah satu jenis bakteri tersebut adalah Salmonella, yang menyebabkan keracunan makanan, seperti kram perut, diare, muntah, dan demam.
Oleh karena itu, anak-anak, orang tua, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah sebaiknya tidak mengonsumsi telur setengah matang.
Selain dari telur setengah matang, kontaminasi bakteri Salmonella bisa berasal dari pencemaran langsung ketika di dalam tubuh induk ayam atau dari lingkungan luar yang tidak higienis.
BACA JUGA:Catat 8 Jenis Makanan yang Bisa Bantu Tingkatkan Fokus, Coba Konsumsi Sebelum Beraktivitas
BACA JUGA:5 Makanan Diet yang Murah dan Sehat, Cocok Untuk Jangka Panjang
Cara Mengurangi Risiko Bakteri pada Telur
Untuk mencegah kontaminasi, Center of Disease Control and Prevention memberikan beberapa cara mengurangi risiko bakteri pada telur, yaitu.
- Membeli telur yang bersih cangkangnya
- Menyimpan telur di dalam kulkas
- Jangan mengonsumsi telur yang sudah busuk
- Cuci tangan setelah memegang telur
- Memasak telur sampai matang
Nah, itu dia beberapa bahaya mengonsumsi telur setengah matang.
Jadi, hati-hati ya, mulai sekarang.