BMKG Ingatkan Siaga Cuaca Ekstrem 28-30 Desember 2022, Berikut Wilayah Berpotensi dan Dampaknya

Kamis 29-12-2022,05:51 WIB
Reporter : Bambang Dwi Atmodjo
Editor : Khomsurijal Wahibudiyak

JAKARTA, DISWAY.ID--- BMKG merilis potensi adanya cuaca ekstrem yang berada di Wilayah Indonesia untuk periode tanggal 28-30 Desember 2022.

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, ada beberapa daerah yang berstatus siaga cuaca ekstrem pada periode tanggal 28-30 Desember 2022 di antaranya sebagian Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTB dan NTT.

Dalam dua hari ke depan cuaca Ekstrem tersebut dapat menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa Banjir, tanah longsor ataupun genangan Air.

BACA JUGA:Alasan Jokowi Larang Jual Rokok Batangan Tegas, Singgung Kesehatan Masyarakat

BACA JUGA:Jokowi Tunjuk Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai KSAL Dengan Alasan Rekam Jejak, Berikut Ini Profil dan Jabatan Pentingnya

"Wilayah tersebut diprakirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Kepala BMKG Dwikorita dalam keterangan Tertulis situs resmi BMKG, dikutip Disway.id, Kamis 29 Desember 2022.

Menurut Dwikorita dampak cuaca ekstrem, di antaranya volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis sehingga dapat mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang.

“Besar kemungkinan hujan lebat tersebut mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan dan gunung,” Ujar Dwikorita.

Dwikorita mengingatkan, kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan untuk lebih waspada dan meningkatkan kesiap-siagaan. 

BACA JUGA:Nasib Seorang Ibu Kepergok Hubungan Badan dengan Suami Anaknya Sendiri Kini Usai Viral

BACA JUGA:Resmi Naik Harga, BBM Pertamina per 25 Desember di Seluruh Indonesia Cek di Sini Daftar Lengkapnya

BACA JUGA:Jokowi Larang Jual Rokok Batangan, Berikut Ini Aturan Baru Produk Tembakau

Dia mengimbau kepada masyarakat jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak agar tetap di rumah jika cuaca buruk terjadi, jika cuaca kembali normal dipersilakan untuk aktivitas di luar rumah.

"Mohon kepada masyarakat untuk berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka sebaiknya di rumah saja menunggu cuaca kembali normal," katanya.

Lebih Lanjut, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menerangkan bahwa potensi ekstrem ini dipicu oleh aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah.

Kategori :