Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang Dipanggil MUI ke Gedung Sate

Jumat 23-06-2023,13:25 WIB
Reporter : Khomsurijal Wahibudiyak
Editor : Khomsurijal Wahibudiyak

Dijelaskan oleh Asrorun Niam bahwa Salat Jumat adalah wajib bagi pria. Sedangkan untuk jemaah perempuan bersifat mubah atau boleh.

Sedangkan terkait khutbah adalah salah satu rukun dari Shalat Jumat. Sehingga memiliki kedudukan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan.

BACA JUGA:Ustadz Abdul Somad Desak Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun Ditangkap, Terkait Apa?

"Khutbah adalah bagian dari ibadah mahdlah yang harus mengikuti ketentuan syariah. Diantaranya dilakukan oleh pria," kata Asrorun dalam penjelasannya.

Seperti diketahui, rencana menggunakan khatib wanita sempat ramai diperbincangkan usai diungkapkan oleh Pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu, Syekh Panji Gumilang.

Syekh Al Zaytun mengungkapkan hal itu, berkenaan dengan hukum wanita mengikuti shalat Jumat dan bagaimana memperlakukan kaum hawa seharusnya.

Nisa, demikian kaum wanita disebut di Al Zaytun tidak boleh dipisahkan dengan sekat, karena bukan najis. Sehingga hanya perlu diberikan jarak.

Kendati demikian rencana menggunakan khatib wanita di Mahad Al Zaytun sampai sekarang ini, belum pernah dilakukan.

BACA JUGA:Lionel Messi Tak Jodoh, Al Hilal Goda Neymar Dengan Gaji Rp 3,19 Triliun

Dari pantauan visual dari radarcirebon.com (Disway National Network) pada beberapa kali shalat Jumat di Mahad Al Zaytun, khatib selalu dari santri pria atau biasa disebut Rijal.

Pada tahapan shalat Jumat di Mahad Al Zaytun biasanya didahului dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh santri. Kemudian dibacakan artinya oleh Santri Nisa.

Setelah itu sama seperti Shalat Jumat lainnya yakni adzan, khutbah dan pelaksanaan shalat. Setelah selesai, barulah dilaksanakan taushiyah oleh Syekh Al Zaytun.


Di Mahad AL Zaytun-Mahad Alzaytun, upacara Kelahiran Pancasila digelar di dalam Masjid/Instagram-

Taushiyah yang disampaikan biasanya membahas berbagai hal, mulai dari yang terjadi di lingkungan mahad maupun permasalahan nasional hingga internasional.

Menariknya pada beberapa kali Shalat Jumat di Mahad Al Zaytun, saat ini sudah diikuti oleh jemaah wanita dan tanpa sekat.

BACA JUGA:Pria BAB di JPO, Kini Dicari Pihak Berwenang

Kategori :