Torsi atau putaran awal dari mesin Aerox Alpha Turbo punya ciri khas, yakni sangat responsif dan putaran mesin jauh lebih padat.
Jujur di tikungan pertama Sirkuit Karting Sentul, kami hanya menekan sekali tuas Y-Shift (low).
Rupanya, deselerasi mesin lebih kalem, tak begitu gerung dan sedikit membantu pengereman.
Terus, ketika keluar tikungan putaran mesin bertahan di RPM tinggi sehingga akselerasi lebih nendang.
Catatan pentingnya, ketika memainkan tuas Y-Shift pengendara harus mempertahankan bukaan gas, jangan sekali-kali menutup gas.
BACA JUGA:Alasan Yamaha Aerox 155 Jadi Pilihan Pengguna Motor Sport Beralih ke Motor Matik
Jika bukaan gas ditutup setelah menekan Y-Shift, maka putaran mesin akan menggantung.
Pasalnya, fitur S-Mode akan secara otomatis mengembalikan putaran mesin pada posisi normal, sehingga sensasi "Turbo" akan hilang.
Lanjut lagi! Test rider kami kemudian mengeksplore fitur Y-Shift lebih baik.
Khususnya ketika berakselerasi dan melakukan pengereman.
Akselerasi Aerox Alpha Turbo jauh lebih baik ketika memanfaatkan fitur Y-Shift dengan benar.
Contoh di sektor pertama, pengendara kami menggunakan Y-Shift tingkatan medium untuk mendapatkan akselerasi lebih baik ketika melakukan perubahan arah.
Keluar masuk tikungan jauh lebih cepat dan secara handling sangat baik. Maklum, rangka varian Aerox Alpha Turbo sudah dilengkapi dumper.
Dumper ini membantu stabilitas motor di semua area lintasan.
Asyiknya, berkat teknologi TCS, pengereman saat masuk tikungan bisa lebih dalam, motor jauh lebih nurut.
Tapi memang patut diakui, menggeber Aerox Alpha Turbo sedikit lebih capek karena bobotnya 130 kg dan karakter sirkuit ini banyak sekali perubahan arahnya.