Buntut Dua Kali Kekalahan, Suporter Desak PSSI Segera Realisasikan Liga Putri!

Selasa 08-07-2025,20:12 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Para suporter mendesak Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir untuk segera merealisasikan kompetisi liga putri.

Hal itu disampaikan para suporter ketika melihat hasil dari Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia menelan dua kekalahan dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:Mafia Beras Makin Meresahkan, Pengamat Kepolisian Kritik Polri: Malah Sibuk Nanam Jagung

BACA JUGA:Menhub Bantah Kapal KMP Tunu Tak Layak Layar, Sebut Pemeriksaan Aman, DPR: Kenapa Tenggelam di Awal Pelayaran

Garuda Pertiwi keok dari Pakistan 0-2 pada Rabu, 2 Juli 2025 dan China Taipei 1-2, Minggu, 5 Juli 2025 di Stadion Indomilk Arena, Tanggerang.

Dengan berakhirnya pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2026, para pemain garuda pertiwi melakukan pembentangan benner yang diberikan oleh para supporter.

Bannee tersebut ditujukan untuk Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengenai pertanyaan soal liga wanita digelar.

"Pak Erick kapan Liga 1 putri digelar?," tulis di benner yang dibentangkan para pemain Timnas Putri Indonesia.

Selain itu, sepanduk yang dibentangkan seusai pertandingan melawan Taiwan itu hanya satu dari sekian banyak ungkapan dukungan terhadap Liga 1 Wanita.

BACA JUGA:Cap Kaki Tiga Anak Hadirkan Kampanye #LangkahAwalIbu Demi Cegah Si Kecil Panas Dalam

Sebelumnya, sejumlah pemain seperti Safira Ika, Zahra Muzdalifah, dan Reva Octaviani telah menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan Liga 1 Wanita.

"Semoga tahun depan sudah ada. Kami, di Persis, sudah mau masuk dua tahun. Sebagai pemain, tentunya ada rasa bosan. Tapi, kami sering roadshow dan uji coba. Menu taktik, fisik, untuk bertanding juga jelas berbeda," harap Ika.

Meski begitu, Erick tetap kebal kuping dengan sorakan yang diberikan para pendukung untuk dirinya.

"Saya tidak takut tekanan dan realitanya memang belum," ucap Erick.

Disisi lain, pria yang menjabat sebagai menteri BUMN itu menegaskan bahwa liga putri tidak bisa bergulir tahun ini karena kurangnya klub sepak bola wanita yang terbentuk.

Kategori :