Kebijakan Aplikator Akan Tegas Tanpa Toleransi
Platform besar seperti Gojek dan Grab sudah sejak lama mengeluarkan larangan keras terkait penggunaan HP yang telah di-root atau dipasangi aplikasi modifikasi.
Mereka menganggap tindakan ini sebagai bentuk manipulasi sistem dan pelanggaran serius terhadap kebijakan kemitraan.
Sanksi yang diberlakukan pun tidak main-main: mulai dari penonaktifan akun sementara, pemutusan kemitraan, hingga blacklist permanen dari sistem mereka.
Contohnya, Grab telah mengambil tindakan tegas dengan memutus kemitraan pengemudi yang terbukti memodifikasi perangkatnya untuk keuntungan pribadi.
Cara Mengetahui Apakah HP Sudah Di-Root
Jika Anda khawatir apakah perangkat Anda pernah di-root, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Root Checker.
Namun, waspadai juga aplikasi seperti Root Cloak, yang dapat menyembunyikan status root dan membuat hasil pengecekan jadi tidak akurat.
Jika ingin kembali ke pengaturan pabrikan (unroot), sangat disarankan untuk melakukan backup seluruh data penting terlebih dahulu. Proses unroot biasanya akan menghapus semua file dari perangkat Anda.
BACA JUGA:TERBARU! Bunga KUR Mandiri 2025 Turun, Cicilan Mulai Rp300 Ribuan per Bulan
BACA JUGA:KPK Bersama PP Muhammadiyah Tingkatkan Pencegahan Antikorupsi di Bidang Tambang
Waspadai Risiko dan Patuhi Kebijakan
Menggunakan HP oprekan mungkin tampak seperti jalan pintas untuk memperoleh lebih banyak order dan bonus.
Namun kenyataannya, risiko yang muncul justru jauh lebih besar—mulai dari kerusakan perangkat, kehilangan data, kehilangan akses aplikasi penting, hingga pemutusan hubungan kerja dengan platform ojol.