BACA JUGA:Mobil China Bikin GM hingga Tesla Babak Belur, Ubah Peta Persaingan Global dengan Cara Baru
Ringkasnya, Taneja mengklaim buruknya kinerja perusahaan dipengaruhi dua faktor: serangan dari luar yang merusak merek, serta penundaan produksi yang direncanakan untuk meningkatkan produk Model Y.
Pada bulan April lalu, melalui panggilan telepon Musk mengklaim "tidak ada masalah besar, kami tidak melihat adanya penurunan permintaan."
Secara global, penjualan mobil listrik Tesla turun 8% di AS dalam lima bulan pertama tahun 2025, menurut S&P Global.
Di Eropa jauh lebih buruk, penjualan Tesla merosot 33% selama enam bulan pertama tahun ini. Hal itu disebabkan reaksi keras publik terhadap keterlibatan Musk di dunia politik.
Seorang analis dari CFRA Research, Garrett Nelson menilai, meningkatnya aktivitas Musk di politik merupakan "waktu yang sangat buruk" bagi Tesla.
"Hal itu terjadi tepat ketika Tesla harus menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik Tiongkok dan produsen mobil konvensional lainnya," tulis laporan Reuters, dikutip Rabu, 6 Agustus 2025.
BACA JUGA:Tesla Cybertruck Pertama Kali Terlibat Kecelakaan, Katanya Mobil Paling Teraman?
Nelson menyebut Musk patut khawatir dengan Tesla berpotensi kehilangan pangsa pasar, "Dan apa yang dapat dilakukannya untuk memperbaki citra merek tersebut."