Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menilai temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya, termasuk riset Randomized Controlled Trial yang terbit di New England Journal of Medicine (2019).
Penelitian tersebut menunjukkan keberhasilan berhenti merokok pada pengguna rokok elektrik mencapai 18 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan pengguna NRT sebesar 9,9 persen setelah satu tahun.
Menurutnya, dengan prevalensi perokok dewasa di Indonesia yang masih tinggi—lebih dari 28 persen menurut Riskesdas 2023—strategi pengendalian tembakau perlu lebih realistis dengan mengintegrasikan pendekatan harm reduction.
“Produk tembakau alternatif, jika diawasi dengan standar keamanan yang ketat, bisa menjadi pelengkap program berhenti merokok yang ada. Banyak negara telah membuktikan bahwa opsi ini mampu menurunkan konsumsi rokok konvensional,” tegas Paido.