JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan respons keras terhadap laporan evaluasi 1 tahun kerja kabinet yang dirilis oleh survei Center of Economic and Law Studies (Celios).
Dalam laporan tersebut, Pigai masuk dalam daftar menteri dengan kinerja terburuk, sebuah penilaian yang langsung dibantahnya dengan pernyataan kontroversial.
BACA JUGA:Erick Thohir dan Shin Tae-yong Saling Follow Lagi, Sinyal CLBK di Timnas Indonesia?
BACA JUGA:Kementrans Mau Bangun Kolam Renang di Kawasan Transmigrasi
Celios Rilis "Rapor Merah" Kinerja Menteri
Laporan Celios yang berjudul "Rapor 1 tahun Prabowo-Gibran" menyoroti sejumlah kementerian dan menteri yang dinilai belum menunjukkan hasil kerja yang signifikan atau bahkan mendapat kritik publik.
Kementerian HAM yang dipimpin Natalius Pigai menjadi salah satu yang disorot tajam karena mendapat nilai 3 terbawah yakni dengan skor -79, disusul oleh Kepala BGN Dadan Hindayana dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadahlia.
BACA JUGA:DPR Apresiasi Menkeu Purbaya yang Tak Naikkan Cukai Rokok: Selamatkan Industri Padat Karya
BACA JUGA:Danantara Tegaskan Pentingnya Percepatan Transisi Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Penilaian Celios didasarkan pada berbagai indikator, termasuk respons terhadap isu publik, kejelasan program kerja, dan inisiatif kebijakan yang diambil dalam periode awal menjabat.
Pigai: "Survei Itu Alat Kejahatan"
Menanggapi laporan tersebut, Natalius Pigai tidak hanya membantah, tetapi juga menyerang balik instrumen penilaian survei itu sendiri.
Dalam keterangannya kepada media, Pigai dengan tegas menyebut bahwa survei, termasuk yang dilakukan oleh Celios, seringkali menjadi "alat kejahatan" yang digunakan untuk membunuh karakter atau memanipulasi opini publik.
BACA JUGA:Mudahnya Klaim Saldo DANA Kaget ke Dompet Digital Hingga Rp151.000, Simak Langkah-Langkahnya
BACA JUGA:20 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Job Fair Online Kabupaten Tangerang 2025