Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Natalius Pigai Singgung Krisis Venezuela
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyampaikan keterangan pers-Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kabar membanggakan datang dari panggung diplomasi internasional. Indonesia dipastikan menduduki kursi Presiden Dewan HAM PBB untuk periode 2026, sebuah kemenangan yang diraih melalui drama negosiasi alot hingga menit-menit terakhir di Jenewa.
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengungkapkan bahwa penetapan resmi atau “ketuk palu” akan dilakukan pada 8 Januari mendatang.
Indonesia maju mewakili kawasan Asia Pasifik setelah berhasil menyisihkan rival kuat, Thailand, dalam pemungutan suara dramatis.
BACA JUGA:Dakwaan Mengejutkan, Nadiem Makarim Diduga Raup Rp 809,5 Miliar dari Proyek Laptop Chromebook
Pigai membongkar rahasia di balik layar kemenangan Indonesia. Awalnya, ada enam negara yang berniat maju sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB. Namun, melalui roadshow diplomasi intensif ke Timur Tengah, Eropa, hingga Australia, Indonesia berhasil meyakinkan lima negara untuk mundur.
“Tersisa Thailand. Hari terakhir, bahkan satu hingga dua jam sebelum pemilihan, kami masih kejar Thailand,” ujar Pigai dalam konferensi pers di Kementerian HAM, Senin (5/1/2026).
Meski sudah didatangi langsung oleh tim delegasi Indonesia, Thailand tetap bersikukuh bertarung. Hasilnya, Indonesia menang telak dengan 34 suara, sementara Thailand hanya meraih 7 suara.
Pigai menegaskan bahwa jabatan Presiden Dewan HAM PBB bukanlah posisi simbolis semata. Secara struktur, posisi ini setara dengan Presiden Dewan Keamanan PBB dan Presiden ECOSOC, yang berada langsung di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.
BACA JUGA:Tragedi Ambulans Jadi Alasan Lahirnya Pasal Demo di KUHP Baru
Tugas berat sudah menanti. Indonesia dipastikan akan terlibat aktif dalam menangani krisis global, termasuk situasi di Venezuela.
“Karena Presiden Dewan HAM PBB jatuh ke tangan Indonesia, maka kita akan memimpin dalam menciptakan perdamaian, keadilan, dan perlindungan di Venezuela. Kita akan mendorong dialog yang bermartabat di sana,” tegas Pigai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: