"Kebanyakan kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut bukan karena kurang alat deteksi, tapi karena pasien ‘jalan-jalan’ dulu ke pengobatan alternatif,” kata Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
“Padahal, di stadium lanjut, tidak semua obat bisa ditanggung BPJS," tuturnya.
BACA JUGA:Anak Pejuang Kanker Butuh Lebih dari Obat,Ini 5 Solusi untuk Orangtua dan Komunitas
Kementerian Kesehatan, lanjut Nadia, kini mendorong agar pemeriksaan kanker payudara menjadi satu paket dengan MCU. Bahkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah memasukkan skrining payudara sebagai bagian penting.
"Target kami meningkatkan cakupan deteksi dini. Dari sekitar 20 juta perempuan yang ikut CKG, baru 300 ribu yang mau skrining payudara. Banyak yang masih takut, malu, atau perlu izin keluarga,” ungkapnya.
Ia berharap perempuan Indonesia semakin sadar pentingnya pemeriksaan payudara sejak dini, karena semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang sembuh.