Prestasi Kampus, Harapan Bangsa

Jumat 21-11-2025,07:00 WIB
Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., P

Ini adalah leapfrogging akademik—lompatan besar yang tidak banyak diketahui publik.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa peran PTKIN dalam diplomasi intelektual Indonesia semakin penting.

Saya selalu menekankan kepada sivitas kampus: “Mari jadikan riset, inovasi, dan kemitraan internasional sebagai DNA UIN Jakarta.”

Karena itulah: laboratorium diperkuat, publikasi internasional ditingkatkan, jejaring global diperluas, mahasiswa didorong mengembangkan kompetensi lintas disiplin, dan budaya akademik dijaga dengan integritas.

BACA JUGA:Gelombang Suksesi: Mencari Talenta yang Tepat untuk Mencapai Keberlanjutan

BACA JUGA:Tiga Kelebihan Bauran BBM dengan Etanol

QS Ranking mustahil dicapai tanpa ekosistem riset yang hidup.

Pencapaian ini bukan prestasi saya pribadi, tetapi buah kerja kolektif: kementerian, dosen, mahasiswa, staf, alumni, hingga mitra internasional.

SDM Unggul: Obor Generasi Emas

Apa arti semua ini bagi Indonesia? Sederhana: Bangsa ini sedang menggeser fondasinya dari negara yang mengandalkan sumber daya alam menjadi negara yang bertumpu pada sumber daya manusia.

Dunia tengah mengalami krisis etika teknologi, polarisasi politik, dan disrupsi AI.

Dalam situasi ini, Indonesia tidak boleh hanya mencetak orang pintar—kita perlu mencetak orang benar, yang mampu memimpin dunia dengan hati nurani.

UIN Jakarta, dengan tradisi integrasi iman–ilmu, memiliki posisi strategis untuk berkontribusi pada masa depan itu. Futurolog Alvin Toffler pernah menulis: “Kebutaan masa depan lahir dari pendidikan yang hanya mengajarkan apa yang sudah lewat.”

BACA JUGA:Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia

BACA JUGA:Memperkuat Ketahanan Komunitas

Karena itu, perguruan tinggi harus mendidik mahasiswa untuk mengantisipasi masa depan, bukan sekadar menghafal masa lalu.

Kategori :