Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bahan pangan bersubsidi sebagai langkah stabilisasi harga. Dalam program tersebut, daging sapi dijual dengan harga Rp35 ribu per kilogram kepada sekitar satu juta warga penerima subsidi.
“Kami menyediakan daging sapi bersubsidi seharga Rp35 ribu per kilogram khusus bagi masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.
BACA JUGA:KUHAP-KUHP Baru: Dekolonisasi, Seragam dan Adil?
BACA JUGA:Dinamika Pasal-pasal KUHAP-KUHP Baru, Awas Jebakan Batman!
Tak hanya itu, program Gerakan Pasar Murah yang digelar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut digencarkan.
Melalui program ini, masyarakat dapat membeli daging sapi dengan harga berkisar Rp109 ribu hingga Rp139 ribu per kilogram di berbagai lokasi.
Hasudungan menambahkan, pemerintah pusat telah menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55 ribu per kilogram per 22 Januari lalu.
Ia pun optimistis harga daging sapi di pasaran akan kembali stabil dalam waktu dekat, terutama menjelang Idulfitri.
“Kami optimis harga akan segera kembali stabil,” pungkasnya.
BACA JUGA:KUHP-KUHAP Baru, Wajah Baru Hukum Indonesia di Tepi Jurang
BACA JUGA:PPN 12%, Antara Target Negara dan Ujian Keadilan Kehidupan Rakyat
Pedagang Tetap Bertahan di Tengah Kenaikan Harga
Kenaikan harga daging sapi juga mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner di Jakarta.
Meski demikian, respons para pedagang terbilang beragam.
Salah satunya terlihat dari pedagang Bakso Muncul gerobakan di kawasan Meruya, Jakarta Barat.
Di tengah naiknya harga bahan baku, pedagang tersebut tetap berjualan seperti biasa meski keuntungan tak sebesar sebelumnya.