BACA JUGA:PPN 12% Bukan Sekadar Angka: Rakyat Menjerit, Industri Tercekik
BACA JUGA:PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup
Saat tim Bisik Disway menyambangi lokasi, aroma kuah bakso yang kaya rempah langsung menyambut.
Pembeli tampak datang silih berganti, memesan bakso untuk disantap di tempat maupun dibungkus.
Pedagang bakso tersebut terlihat rapi mengenakan kemeja batik dan celana chino hitam.
Sikapnya ramah, sesekali bertanya kepada pelanggan soal jenis bakso yang diinginkan.
“Iya, harga daging memang lagi naik, tapi ya tetap harus jualan,” ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya.
BACA JUGA:Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda
BACA JUGA:Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi
Ia mengungkapkan bahwa dirinya hanya karyawan, sementara urusan pembelian dan stok daging diatur oleh pemilik usaha.
Meski harga bahan baku naik, ia memastikan tidak ada pengurangan porsi maupun kenaikan harga jual.
“Harga tetap Rp16 ribu per mangkuk. Mau bakso urat atau telur, tetap sama,” jelasnya.
Menurutnya, menaikkan harga justru dikhawatirkan akan membuat pelanggan beralih.
Ia pun yakin kenaikan harga daging sapi bersifat sementara.
“Kalau harga dinaikin takut pembeli kabur. Biasanya nggak lama juga turun lagi,” katanya.
BACA JUGA:Gen Z dan Pilihan Childfree: Antara Realitas Hidup dan Finansial