Senada dengan itu, BPKH Limited sebagai entitas pelaksana di Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk mengelola tata kelola bisnis secara profesional.
"Sebagai perwakilan 'Merah Putih' di Saudi, kami memastikan kehadiran produk Indonesia ini legal, tertib regulasi, dan membawa citra positif bagi reputasi nasional," ungkap perwakilan BPKH Limited.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa kebijakan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pelayanan haji.
BACA JUGA:BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras Ke Arab Saudi
"Jemaah haji 2026 sudah bisa mengonsumsi beras kita sendiri. Ini bukti bahwa swasembada kita tidak hanya mencukupi kebutuhan rakyat di rumah, tapi juga mampu melayani jemaah kita di luar negeri," tuturnya.
Bulog kini tengah menyelesaikan tahap akhir pengujian laboratorium, sertifikasi halal, dan penyiapan kemasan khusus ekspor.
Pengiriman perdana sebanyak 2.280 ton ditargetkan bertolak ke Jeddah pada minggu ketiga Februari 2026 sebagai bagian dari komitmen layanan paripurna bagi jemaah haji Indonesia.