Ekonomi Indonesia 2025 Kuat, Pemerintah Bidik 5,6 Persen pada 2026 Lewat Akselerasi Program Prioritas

Sabtu 14-02-2026,11:37 WIB
Reporter : Hariri
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:Habiburokhman Bongkar 'Penumpang Gelap' Reformasi Polri, Eks Pejabat Ikut Bermain?

BACA JUGA:Ultimatum Prabowo ke Kementerian/Lembaga, Pejabat Tak Kinerja Siap-siap Dicopot

Reformasi pasar modal terus berjalan yang tercermin dari peningkatan free float dari 7,5% menjadi 15%, transparansi UBO, percepatan demutualisasi BEI, serta kenaikan limit investasi dana pensiun dan asuransi pada saham LQ45 dari 10% menjadi 20%. 

Di sisi perdagangan internasional, Pemerintah memperluas akses pasar melalui I‑EU CEPA (14,7% PDB global), I‑Canada CEPA (bebas tarif >90% produk), I‑EAEU FTA, negosiasi tarif dengan AS, serta persiapan Pra‑CEPA dengan Inggris.

“Kami berkomitmen memperkuat kualitas institusi dan tata kelola melalui komunikasi yang efektif. Kepastian arah kebijakan, baik fiskal, tata kelola Danantara, maupun kebijakan lainnya, akan menjadi jangkar stabilitas dan meredam volatilitas di pasar keuangan. Seluruh komponen ekonomi harus bekerja bersama agar Indonesia bisa lepas landas dan terbang di ketinggian maksimal,” pungkas Menko Airlangga.

Acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan hari ini di Gedung Danantara, Jakarta, dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan dihadiri oleh para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pimpinan asosiasi dunia usaha, perwakilan perbankan serta lembaga jasa keuangan nasional dan internasional, lembaga pemeringkat, para ekonom, akademisi, dan disaksikan masyarakat luas. 

BACA JUGA:Sambut Ramadan dan Idul Fitri 2026, Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp185,6 T

BACA JUGA:Prabowo Klaim Sudah Hemat Anggaran Hingga Rp380 Triliun, Dialihkan untuk MBG

Seluruh langkah kebijakan akan dijalankan secara terkoordinasi lintas Kementerian/Lembaga dengan tata kelola yang kuat dan kepastian arah kebijakan

 

Kategori :