Waka BGN: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Unggulan Pemerintah, Prioritaskan 3B

Selasa 17-02-2026,14:01 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:Susu UHT Langka di Diborong SPPG, BGN Minta Masyarakat Beralih Sumber Protein Lain

BACA JUGA:Harga Telur Diprediksi Melejit Jelang Ramadan, BGN Minta Masyarakat Beralih Konsumsi Ikan

“Lebih dari 77 negara telah melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah. Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” ungkapnya.

Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi berupa pengantaran makanan bergizi ke rumah ibu hamil dan ibu menyusui melalui dukungan kader posyandu.

Hal ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Sony juga menyampaikan bahwa melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

“Mindset Indonesia berubah. Yang tadinya tidak memerhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” ujar Sony.

BACA JUGA:BGN Soal Temuan 102 Yayasan MBG Punya Pejabat, Nanik: Bangun Dapur Gizi Hak Seluruh Warga Negara

BACA JUGA:BGN Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Siswa Berpuasa Bagaimana?

Lakukan Rapat Konsolidasi, BGN Ingatkan KaSPPG, Mitra, dan Yayasan Pahami Juknis

Sementara itu Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Harjito, menyampaikan bahwa rapat tersebut bertujuan memastikan seluruh pelaksana program memahami secara detail dan seragam substansi serta prosedur yang diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbaru.

Dengan pemahaman yang sama, diharapkan pelaksanaan MBG di lapangan dapat berjalan optimal dan sesuai ketentuan.

“Kami hanya mengingatkan beberapa poin yang memang harus kita jalankan bersama agar pelaksanaan MBG di lapangan bisa berjalan dengan baik. Kami ingin menekankan aspek pemantauan, pengawasan, evaluasi, dan pelaporan,” ujar Harjito.

Penegasan tersebut disampaikan mengingat masih terdapat beberapa pelaksana program di lapangan yang cenderung menghindari kehadiran tim pemantauan dan pengawasan (tauwas).

BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Libur Nataru, BGN Siapkan Distribusi Langsung ke Rumah Siswa

BACA JUGA:BGN Kaji Peluang Pemanfaatan Limbah Sisa Makanan Program MBG Menjadi Uang

Kategori :