"Yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor, namun kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara,” terangnya.
Pada sektor mineral kritis, kedua negara sepakat memperkuat pengembangan rantai pasok mineral strategis yang aman dan berkelanjutan.
Indonesia menegaskan komitmen hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, termasuk pengolahan dan pemurnian mineral tanah jarang.
Menurut Bahlil, di antaranya negara dari Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Bahlil mengungkap, neraca komoditas pembelian dianggap sama.
“Secara keseluruhan, neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama. Cuma kemudian kita geser," ujarnya.