Indonesia–AS Capai RTA, Dorong Integrasi Rantai Pasok Mineral Strategis

Indonesia–AS Capai RTA, Dorong Integrasi Rantai Pasok Mineral Strategis

Pada sektor mineral kritis, kedua negara sepakat memperkuat pengembangan rantai pasok mineral strategis yang aman dan berkelanjutan-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyepakati sejumlah komitmen strategis di bidang perdagangan dan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional. 

Sebagai upaya memperluas akses pasar ekspor serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi dan mineral global.

BACA JUGA: Vinicius Muak Respon Komentar Jose Mourinho Usai Insiden Pelecehan Rasial di Liga Champions

BACA JUGA:Viral Begal Modus Tuduhan Asusila Beraksi, Polisi Tangkap Pelaku di Cipulir

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Reciprocal Trade Agreement (RTA) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang difinalisasi dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington, D.C., Kamis (19/2) waktu setempat.

Pada aspek perdagangan energi, Indonesia menyepakati peningkatan pembelian produk energi dari AS dengan nilai indikatif hingga sekitar USD 15 miliar. 

Komitmen ini mencakup impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekitar USD3,5 miliar, minyak mentah (crude oil) sekitar USD4,5 miliar, produk BBM olahan tertentu senilai sekitar USD7 miliar, serta komoditas energi lainnya sesuai kebutuhan domestik, termasuk batubara metalurgi dan teknologi batubara bersih.

BACA JUGA:Polemik 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Alumni LPDP Minta Maaf hingga Beasiswa Suami Disoal

BACA JUGA:Oknum Brimob yang Diduga Aniaya Siswa Hingga Tewas di Maluku Kini Dipatsus

Rencana tersebut akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bidang energi dan diimplementasikan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kebutuhan nasional, serta kesiapan infrastruktur dan tata kelola.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kerja sama ini diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika pasar global. 

Ia memastikan pembelian tersebut tidak akan menambah total volume impor Indonesia.

Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama yang dibangun tetap mengedepankan kedaulatan energi serta kepentingan rakyat Indonesia. 

BACA JUGA:Saat Shin Tae-yong Komentari John Herdman, Sudah Berubah Jadi Baik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads