JAKARTA, DISWAY.ID - Guru Besar St. Petersburg State University, Connie Rahakundini Bakrie mengungkap ada jenderal bintang dua Israel yang mengancam Indonesia tidak usah ikut campur persoalan Geopolitik.
Politik bebas aktif Indonesia kembali menjadi perbincangan publik di tengah memanasnya situasi geopolitik dunia.
Sejumlah pengamat menilai kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia masih relevan digunakan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Di tengah ketegangan internasional dan rivalitas kekuatan besar, posisi Indonesia di panggung dunia dinilai harus semakin tegas dan bermartabat.
BACA JUGA:Connie Bakrie soal Invasi AS ke Venezuela: Ketika Perang Memaksa Dunia Membentuk Aliansi Baru
Politik Bebas Aktif Indonesia di Tengah Ancaman 'Board of War'
Dalam diskursus terbaru, Connie Bakrie menyebut adanya istilah 'board of war' sebagai metafora situasi global yang dinilai semakin panas.
Sebagian pihak, salah satunya Connie Bakrie yang menilai Indonesia perlu menjaga jarak dari konflik geopolitik global agar tidak terjebak dalam polarisasi kekuatan dunia.
Konsep politik luar negeri bebas aktif Indonesia disebut sebagai strategi terbaik untuk tetap independen tanpa terseret kepentingan blok tertentu.
Connie Bakrie menilai Indonesia harus mampu memainkan peran non-blok secara aktif namun tetap menjaga kedaulatan nasional.
Strategi non-alignment policy Indonesia dinilai penting agar negara tetap punya ruang manuver diplomatik yang luas.
Isu lain yang turut mencuat adalah soal gestur diplomatik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sebagian publik menilai gestur tersebut kurang mencerminkan etika diplomasi antar kepala negara.
Peristiwa itu memicu perdebatan tentang martabat Indonesia dalam hubungan internasional.
Banyak yang berharap Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tegas demi menjaga kehormatan negara di forum global.