BACA JUGA:Sudah Siapkan Anggaran untuk THR, Pramono: Semua yang Berhak, Pasti Menerima
Karena keterbatasan peralatan medis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun setibanya di sana, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dijelaskannya, begitu kejadian terjadi, pihaknya langsung mengamankan Iptu N dan senjatanya untuk diperiksa. Olah TKP dilakukan oleh Satreskrim bersama Bid Propam pada hari yang sama.
"Hasil autopsi akan disampaikan oleh dokter karena itu kewenangan medis. Namun yang kami ketahui, korban meninggal akibat letusan senjata yang tidak terprediksi sehingga menyebabkan perdarahan masif," jelasnya.
Ia juga membantah isu bahwa kepolisian menutup-nutupi kasus ini.
Pada hari yang sama sekitar pukul 00.00 WITA, jajaran Polrestabes bersama Kabid Propam, Kabid Humas, dan Direskrimum telah memberikan keterangan resmi kepada media, bahkan dihadiri orang tua almarhum.
Saat ini, pemeriksaan terhadap Iptu N masih berlangsung, baik dari sisi kode etik maupun dugaan pidana.
"Ada kelalaian yang sedang kami dalami. Semua proses berjalan transparan," ucapnya.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut yang disebut memicu tawuran, Arya menyatakan bahwa tindakan di lapangan akan dinilai secara profesional oleh Propam apakah sudah sesuai prosedur atau tidak.
"Tentu ada ketentuan penggunaan diskresi, apalagi anggota kami saat itu sendirian menghadapi massa. Tembakan peringatan dilakukan untuk membubarkan," sebutnya.
Ia menambahkan, persoalan utama berawal dari maraknya penggunaan senapan Omega di ruang publik.
Senjata tersebut menggunakan peluru gel yang direndam air hingga membesar dan dapat menimbulkan rasa sakit, bahkan cedera.
"Sudah ada ibu-ibu dan anak kecil yang terkena di bagian mata sampai harus diperban. Kalau dimainkan di jarak lima meter, itu cukup sakit," tuturnya.
Arya menyebut permainan senapan Omega di jalan raya berpotensi memicu gesekan antarkelompok hingga tawuran massal.
BACA JUGA:Viral Surat Berkop Polres Pelabuhan Tanjung Priok Minta THR, Polda Metro Telusuri
Bahkan di media sosial, terdapat ajakan perang setelah aksi saling tembak menggunakan peluru gel tersebut.