Cegah Bullying, Remaja Jakarta Terbukti 5 Kali Lebih Empati Setelah Ikut Program 'Cek Teman Sebelah'
program CekTemanSebelah 2.0: “Laporkan Kebaikan Teman”, yang diinisiasi oleh Health Collaborative Center (HCC), dengan Ketua Tim Eksperimen sekaligus Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama Direktur Eksekutif HCC Bunga Pelangi, MKM, telah --istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Ada cara baru untuk mencegah bullying di kalangan remaja khususnya di Jakarta.
Caranya, dengan program CekTemanSebelah 2.0: “Laporkan Kebaikan Teman”, yang diinisiasi oleh Health Collaborative Center (HCC), dengan Ketua Tim Eksperimen sekaligus Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama Direktur Eksekutif HCC Bunga Pelangi, MKM, telah membuktikan bahwa perilaku melaporkan kebaikan teman (tootling) secara terstruktur selama 10 hari mampu meningkatkan empati dan sikap prososial remaja secara signifikan.
Menurut Ray, dalam intervensi yang melibatkan 699 siswa SMA di Jakarta, dengan 541 siswa menyelesaikan program penuh selama 10 hari, dibuktikan bahwa ternyata remaja pelajar SMA yang terlibat aktif dalam pelaporan kebaikan menunjukkan 5 kali lebih empati, 5 kali lebih prososial, hampir 4 kali lebih tinggi perspective-taking atau kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Lebih lanjut dr Ray mengungkapkan, intervensi eksperimen sosial ini sebenarnya terinspirasi dari metode tootling atau melaporkan kebaikan dan tindakan positif teman sebaya selama di sekolah, karena di beberapa negara maju metode ini bahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis kurikulum dasar.
BACA JUGA:Viral Bullying di Depok, Anak Oknum Polisi Diduga Seret Teman Gara-gara Kalah Lomba Lari
“Di akhir eksperimen ini terdapat 4.710 laporan kebaikan terkumpul hanya dalam 10 hari, artinya ada daya multiplikasi 10 kali lipat dalam satu intervensi sederhana. Bahkan 8 dari 10 pelajar merasakan perubahan positif setelah mengikuti program. Mereka yang aktif melaporkan kebaikan memiliki 11 kali peluang lebih besar merasakan perubahan positif”, ujar Ray yang sering memberi edukasi lewat akun media sosial instagram @ray.w.basrowi ini.
Temuan ini menunjukkan bahwa praktik sederhana berupa “melaporkan kebaikan teman” mampu memperkuat fondasi psikologis remaja dalam waktu singkat.
Fakta dan Temuan Menarik Lainnya
77% siswa melaporkan kebaikan sebagai bentuk mengucapkan terima kasih
71% sebagai bentuk apresiasi
50% sebagai balas kebaikan
41% untuk menginspirasi teman lain
34% agar kebaikan diketahui publik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: