Sementara itu, Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Erika Maharani, menilai peningkatan kasus aritmia harus direspons dengan penguatan layanan kesehatan yang lebih merata.
BACA JUGA:Operasi Uro-onkologi Modern dengan Robot da Vinci Xi Tanpa ke Luar Negeri
BACA JUGA:Kampanye Batasi GGL dan Edukasi Gizi Kunci Cegah Obesitas Masyarakat
“Jumlah pasien aritmia terus meningkat, sementara akses terhadap layanan seperti ablasi jantung dan perangkat implan masih terbatas di beberapa wilayah,” kata Erika.
Terakhir, InaHRS tengah menyusun cetak biru pengembangan layanan aritmia nasional yang menekankan deteksi dini, penguatan data nasional, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat.