Sejarah TPST Bantargebang yang Longsor, Gunung Sampah Raksasa Beroperasi Sejak 1989

Senin 09-03-2026,13:43 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, DISWAY.ID - TPST Bantargebang atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Kota Bekasi, Jawa Barat diketahui mengalami longsor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar 14.18 WIB.

Dilaporkan bahwa longsor yang terjadi di TPST Bantargebang ini menimpa beberapa truk sampah yang sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan jika longsor terjadi saat aktivitas pengangkutan sampah tengah berlangsung.

Berdasarkan laporan sementara, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari lokasi kejadian.

BACA JUGA:Sampah Longsor, Zona 4A TPST Bantargebang Ditutup, 2 Lokasi Baru Disiapkan

Isnawa menjelaskan, kejadian longsor ini diduga dipicu karena hujan lebat yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.

Penasaran bagaimana TPST Bantargebang bisa mendapat julukan gunung sampah raksasa? Simak informasi lengkapnya di sini.

Sejarah TPST Bantargebang

TPST atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu berbeda dengan TPA (Tempat Pembungan Akhir).

Untuk TPST sendiri berupaya mengintegrasikan proses pemilahan, pengolahan dan pemanfaatan sampah.

TPST Bantargebang menjadi salah satu tempat penampungan sampah terbesar di Indonesia.

BACA JUGA:Bantargebang Darurat! Berikut Daftar Korban Longsor Gunung Sampah, 5 Orang Masih Dicari

Bukan hanya terbesar di Indonesia, TPST Bantargebang ini disebut-sebut menjadi tempat pemrosesan sampah terbesar se-Asia Tenggara yang beroperasi sejak tahun 1989.

Berdirinya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ini masuk menjadi topik pembahasan di sebuah buku berjudul "Konflik Sampah Kota", karya Sejarawan Bekasi, Ali Anwar.

Dijelaskan bahwa lokasi penampungan sampah tersebut dulunya adalah galian-galian besar yang telah ada sejak tahun 1978.

Kategori :