Kondisi Terkini Andrie Yunus usai Disiram Air Keras, Komnas HAM Singgung Soal CCTV

Senin 16-03-2026,14:57 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kondisi terkini Andrie Yunus, korban penyiraman air keras yang terjadi beberapa waktu lalu, masih dalam penanganan intensif di rumah sakit. Korban hingga kini menjalani serangkaian tindakan medis, termasuk operasi pada bagian mata akibat luka serius yang dideritanya.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan pihaknya telah menjenguk korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat lalu.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, tim medis masih fokus melakukan penanganan terhadap luka pada mata korban.

BACA JUGA:Wamen Stella Dorong Kampus Perkuat Riset Berbasis Potensi Lokal

“Pada saat saya ke RSCM hari Jumat lalu, korban masih dilakukan operasi mata. Untuk perkembangan kondisi lainnya nanti akan kami dapatkan secara resmi dari pihak rumah sakit,” kata Anis saat dihubungi Disway, Minggu 15 Maret 2026.

Serangan penyiraman air keras tersebut menyebabkan luka berat pada bagian wajah korban, terutama pada area mata. Namun, hingga saat ini pihak Komnas HAM belum merinci secara lengkap dampak medis lain yang dialami Andri Yunus karena masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit.

Menurut Anis, kondisi korban yang masih dalam tahap pemulihan juga membuat proses pendalaman informasi oleh Komnas HAM belum dapat dilakukan secara maksimal. Korban belum bisa dimintai keterangan secara langsung terkait peristiwa yang dialaminya.

“Korban sendiri memang masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam proses pemulihan,” ujarnya.

BACA JUGA:Komisi III DPR Warning Polisi Soal Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ungkap Pelaku dan Dalangnya!

Komnas HAM saat ini masih berada pada tahap awal penyelidikan untuk mengumpulkan berbagai fakta dan informasi. Sejumlah pihak direncanakan akan dimintai keterangan dalam waktu dekat, termasuk dari organisasi tempat korban beraktivitas, keluarga, serta pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.

Di sisi lain, beredarnya rekaman CCTV yang menampilkan wajah terduga pelaku di media sosial juga menjadi perhatian publik. Meski demikian, Anis menegaskan bahwa proses analisis bukti tidak hanya bergantung pada satu rekaman saja.

Ia menyebutkan bahwa kemungkinan terdapat banyak rekaman CCTV lain yang perlu ditelusuri dan dianalisis lebih lanjut guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

“Tidak hanya satu CCTV. Kita membutuhkan banyak rekaman yang perlu dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang lengkap,” kata dia.

BACA JUGA:DPR Desak Polri dan LPSK Beri Perlindungan kepada Andrie Yunus dan Keluarganya

Komnas HAM juga menilai bahwa pengungkapan identitas pelaku di lapangan saja tidak cukup. Penyelidikan, menurutnya, perlu mengarah pada kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik aksi kekerasan tersebut.

Kategori :