“Yang penting tidak hanya mengungkap siapa pelakunya, tetapi juga siapa aktor intelektual di balik peristiwa ini,” ujar Anis.
Sejauh ini, Komnas HAM mengaku belum menemukan bukti tambahan yang dapat memperkuat dugaan terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Proses pengumpulan data masih terus berjalan dan hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah penyelidikan berkembang lebih jauh.
BACA JUGA:Proyek Abadi Masela Capai Progres 25 Persen, Pemerintah Kejar Final Investment Decision
Sementara itu, perkembangan kondisi kesehatan Andri Yunus masih terus dipantau oleh tim medis. Pihak Komnas HAM menyatakan akan menyampaikan informasi terbaru kepada publik setelah memperoleh keterangan resmi dari rumah sakit terkait dampak medis yang dialami korban akibat penyiraman air keras tersebut.