Lailatul Qadar, Zakat, dan Spirit Kemanusiaan di Penghujung Ramadan

Rabu 18-03-2026,07:02 WIB
Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph

Di sinilah makna zakat fitrah menjadi sangat penting.

Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ritual yang harus ditunaikan menjelang Idul Fitri. 

BACA JUGA:Menyelami Kedalaman Makna Puasa

BACA JUGA:Memaknai Putusan Mahkamah Konstitusi Mengenai Kolegium

Ia merupakan instrumen sosial yang memiliki tujuan jelas: membersihkan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membantu mereka yang membutuhkan. 

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan yang tidak bermanfaat, sekaligus sebagai makanan bagi kaum miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan hari raya.

Dengan demikian, zakat fitrah menegaskan bahwa ibadah dalam Islam selalu memiliki dimensi sosial. 

Ibadah tidak hanya dimaksudkan untuk membangun kesalehan individual, tetapi juga untuk menciptakan keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat. 

Dalam praktiknya, zakat fitrah memastikan bahwa kegembiraan Idul Fitri tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, tetapi juga oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.

BACA JUGA:Restorative Justice di Persimpangan: Solusi Keadilan atau Celah Negosiasi?

BACA JUGA:Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

Jika Lailatul Qadar mengajarkan kedalaman spiritual, maka zakat fitrah menegaskan pentingnya solidaritas sosial. 

Kedua hal ini saling melengkapi dan membentuk pesan utama Ramadan: bahwa kesalehan sejati tidak diukur hanya dari intensitas ibadah pribadi, tetapi juga dari kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain. 

Ramadan dengan demikian menjadi semacam sekolah moral yang mendidik umat Islam untuk memiliki integritas spiritual sekaligus sensitivitas sosial.

Dalam masyarakat modern yang masih dihadapkan pada persoalan ketimpangan ekonomi, zakat fitrah memiliki relevansi yang sangat kuat. 

Berbagai laporan lembaga internasional menunjukkan bahwa ketimpangan distribusi kekayaan masih menjadi tantangan besar di banyak negara, termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil.

Kategori :