Dari hasil penelusuran awal, selebaran tersebut bahkan disebut sempat menyasar pelajar.
"Peristiwanya terkait penyebaran brosur tarif, dan memang ada indikasi menyasar pelajar," ujarnya.
BACA JUGA:Harga BBM Diprediksi Bakal Naik Per 1 April 2026, Cek Perbandingannya di Negara ASEAN
Polisi menegaskan akan terus mendalami kasus tersebut dan mengambil langkah hukum jika ditemukan unsur pidana.
Sebelumnya, pihak MTS di Depok akhirnya buka suara terkait viralnya seorang guru di sekolah tersebut yang menawarkan jasa seksual.
Juru Bicara sekolah, Jarkasih memastikan bahwa oknum guru berinisial IKD telah dinonaktifkan sejak Jumat (27/3/2026).
"Yang bersangkutan memang benar merupakan guru di MTS. Namun, sejak Jumat sore sudah kami nonaktifkan dari seluruh aktivitas di sekolah," katanya kepada awak media di lokasi, Senin 30 Maret 2026.
Dijelaskannya, keputusan itu diambil setelah pihak yayasan bersama kepala madrasah dan dewan guru menggelar rapat internal menyusul beredarnya informasi yang viral di masyarakat.
Menurutnya, selama mengajar sejak sekitar tahun 2017, IKD dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi.
Ia bahkan merangkap sebagai operator sekolah serta mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPS.
"Secara pribadi, yang bersangkutan dikenal baik, disiplin dan memiliki semangat mengajar yang tinggi. Karena itu, kami semua sangat kaget saat kabar ini muncul," jelasnya.
Pihak sekolah juga langsung melakukan langkah antisipasi dengan memeriksa kondisi siswa serta berkoordinasi dengan orang tua.
"Hingga saat ini, alhamdulillah tidak ditemukan adanya siswa kami yang menjadi korban," ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah turut menggandeng instansi terkait, termasuk puskesmas setempat dan dinas kesehatan, untuk memberikan pendampingan dan memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman.
Dalam pertemuan internal yang dilakukan di luar lingkungan sekolah, IKD disebut bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya.