BANDUNG BARAT, DISWAY.ID-- Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara resmi melepas keberangkatan puluhan jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Masjid Ash-Shiddiq, Kecamatan Ngamprah, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026.
Para jemaah yang tergabung dalam kloter KJT 29 ini, akan berangkat menuju Embarkasi Haji Indramayu terlebih dahulu, sebelum dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Kamis, 14 Mei 2026.
Bupati Jeje, berharap para jemaah haji cukup bugar agar bisa menjalankan ibadah dengan lancar selama berada di tanah suci.
Tak hanya menyampaikan doa, Bupati Jeje juga berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Harapannya, para jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan bugar serta meraih predikat haji yang mabrur.
"Kami bersama-sama melepas calon jemaah haji kloter KJT 29, ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk melancarkan untuk melancarkan proses ibadah haji tahun ini. Syukur alhamdulillah semuanya diberikan kesehatan, kelancaran," kata Jeje.
BACA JUGA:Cerita Kejagung Susun Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Sejak Jam 4 Subuh, Mau Disetor ke Mana?
"Saya doakan semuanya diberikan kesehatan, kelancaran. Bisa kembali ke Bandung Barat dengan keadaan sehat, tidak berkurang jumlahnya karena yang berangkat tahun ini banyak yang sepuh. Saya doakan semuanya lancar dan mabrur," ucapnya.
Sembari melepas keberangkatan, Jeje meminta para jemaah untuk menyisipkan doa bagi Kabupaten Bandung Barat di Tanah Suci, dengan harapan KBB tumbuh menjadi wilayah yang maju dan penuh berkah.
"Saya juga menitip doa untuk para jamaah agar mendoakan Bandung Barat diberikan keberkahan, dijauhkan dari musibah," tandasnya.
Kepala Kantor Kemenag KBB, Enjah Sugiarto, mengungkapkan total keberangkatan terdiri dari 89 calon jemaah haji, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta satu pembimbing KBIHU.
"Tahun 2026 ini jemaah yang berangkat dari Bandung Barat berjumlah 89 orang. Jemaah haji paling tua berusia 86 tahun dan paling muda berusia 25 tahun," ujar Enjah.
Enjah menjelaskan, tahun ini, kuota haji Bandung Barat mengalami penyusutan signifikan menjadi 168 orang, jauh di bawah angka tahun lalu yang menyentuh 1.228 orang.
Perubahan ini dipicu oleh pergeseran kebijakan skema pembagian kuota oleh otoritas terkait. Jika sebelumnya kuota mengacu pada jumlah penduduk Muslim, yang biasanya memberikan jatah di atas 1.000 kursi bagi KBB, kini pembagian dilakukan berdasarkan proporsi daftar tunggu di tiap wilayah.
BACA JUGA:Harga Tiket Konser Afgan Retrospektif, Mulai dari Rp600.000 Kategori Bronze hingga VVIP
"Kalau yang berhak lunas sebenarnya 168 orang, yang melunasi itu 107. Dari 107 ada jemaah yang menunda keberangkatan karena alasan kesehatan dan menunggu mahrom dan kemudian ada sebagian yang mutasi keberangkatan keluar dari Bandung Barat. Jadi yang berangkat hanya 89 orang," jelasnya.