Tak Ada Ampun, Jaksa Agung Tegaskan Perlawanan terhadap Penguasaan SDA Ilegal
Jaksa Agung menegaskan tidak boleh ada lagi pengusaha yang memanfaatkan kekayaan Indonesia secara melawan hukum dan membawa hasilnya ke luar negeri.-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dalam menegakkan hukum terhadap penguasaan sumber daya alam (SDA) ilegal.
Hal tersebut disampaikan ST Burhanuddin sebelum menyerahkan uang Rp 10,2 triliun dihadapan Presiden Prabowo Subianto hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Rabu, 13 Mei 2026.
BACA JUGA:Pergeseran dari Madinah ke Makkah Masuki Hari ke-14, 88 Ribu Jemaah Sudah Lewat Bir Ali
Menurut Burhanuddin, capaian yang telah diraih saat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara tertib, adil, dan berpihak kepada kepentingan nasional.
"Capaian yang telah diraih merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam
menegakkan hukum dan memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilaksanakan secara tertib, adil, dan berpihak kepada kepentingan nasional," ujarnya, Rabu.
BACA JUGA:Usai Viral, Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang! MPR RI Ganti Semua Juri!
Ia kemudian menegaskan sejumlah poin penting sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kekayaan negara.
"Pertama, tidak boleh ada lagi kebocoran kekayaan negara yang merugikan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Selain itu, Jaksa Agung juga menyoroti praktik penguasaan sumber daya alam oleh pihak tertentu yang dinilai mengabaikan prinsip keadilan bagi masyarakat.
"Kedua, tidak boleh ada lagi penguasaan sumber daya alam oleh segelintir pihak yang mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat," paparnya.
Ia juga menegaskan tidak boleh ada lagi pengusaha yang memanfaatkan kekayaan Indonesia secara melawan hukum dan membawa hasilnya ke luar negeri.
"Ketiga, tidak boleh ada lagi pengusaha yang memanfaatkan kekayaan Indonesia secara melawan hukum dan melarikan uang ke luar negeri," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: