5 Khutbah Idul Adha 2026 Versi NU Singkat dan Padat, Referensi untuk Khotib

Minggu 24-05-2026,15:52 WIB
Reporter : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

Oleh karena itu, mari kita gunakan nikmat sehat dan umur panjang yang Allah berikan ini sebagai modal untuk terus berusaha dan berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, dengan cara senantiasa menjalankan segala perintah- dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt pada momentum Hari Raya Idul Adha yang mulia ini adalah dengan menguatkan solidaritas melalui semangat berbagi kepada sesama.

Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha sebenarnya sudah diajarkan langsung oleh Allah Swt. melalui Al-Qur’an. Di momen ini, umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan sebagian dagingnya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dari sinilah kita belajar bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian dan berbagi dengan sesama.  Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya, “Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj: 36).

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah

Ayat Al-Qur’an yang baru saja kita dengar tadi, sejatinya memiliki spirit yang sangat kuat tentang semangat berbagi di momen Hari Raya Idul Adha. Di dalamnya tersirat sebuah makna bahwa ibadah kurban menjadi sarana untuk menebar kebaikan dan mempererat kasih sayang antarwarga, sehingga kebahagiaan hari raya ini dapat dirasakan oleh semua orang, baik yang berkecukupan maupun mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Oleh sebab itu, ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) dalam Islam bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, baik yang tinggal di perkotaan, pedesaan, maupun dalam keadaan bepergian.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarhil Muhadzdzab, jilid VIII, halaman 383, yaitu:

الْأُضْحِيَّةُ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ عَلَى كُلِّ مَنْ قَدَرَ عَلَيْهَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، مِنْ أَهْلِ الْأَمْصَارِ وَالْقُرَى وَالْمُسَافِرِينَ

Artinya, “Berkurban hukumnya sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya, baik yang tinggal di perkotaan, pedesaan, maupun yang sedang dalam perjalanan.”

Karena itu, kalau Allah sudah memberi kita rezeki yang lebih, jangan sampai kesempatan untuk berkurban ini dilewatkan begitu saja. sejatinya, berkurban adalah  salah satu cara untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dari situlah rasa peduli, kebersamaan, dan solidaritas di hari raya bisa benar-benar terasa.

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah

Namun demikian, kita juga perlu memahami bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban. Karena itu, jangan sampai merasa tidak dapat mengambil bagian dalam semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha hanya karena belum mampu berkurban. Sebab Rasulullah saw mengajarkan bahwa berbagi tidak harus dengan sesuatu yang besar.

Bahkan dalam salah satu hadisnya, Nabi saw mengingatkan agar seorang Muslim tetap berusaha membantu dan membahagiakan orang lain sesuai dengan kemampuannya, meskipun hanya dengan memberi sepotong kurma, dan jika pun tidak mampu, maka cukup dengan mengucapkan kata-kata yang baik. Nabi bersabda:

Kategori :