Ghars di Madinah, Jejak Sumur Kesukaan Rasulullah SAW

Senin 15-06-2026,19:39 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

MADINAH, DISWAY.ID– Bayangkan berdiri di tepi sumur berusia lebih dari 1.450 tahun, disebut tempat Rasulullah Muhammad SAW pernah mengambil air untuk wudhu, minum, dan bahkan menjadi bagian dari wasiat terakhir beliau.

Sumur Ghars bukan sekadar sumber air biasa. Bagi jutaan peziarah, ia adalah penghubung hati yang menghadirkan rasa rindu mendalam kepada Baginda Nabi.

Sebagai Tim Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026, ada kesempatan meliput jemaah yang mengunjungi Sumur Ghars (Bi’r Ghars).

BACA JUGA:Nama Jemaah Haji Tunanetra Asal Sulsel Abadi Jadi Nama Masjid di Madinah

Saat itu, ke sana setelah sholat Ashar berjamaah di Masjid Nabawi. Perjalanannya, hanya memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan mobil coaster.

Meski cuaca Madinah masih terik, suasana di lokasi sumur yang tandus ini langsung terasa berbeda begitu air dinginnya menyentuh tenggorokan.

"Alhamdulillah, airnya dingin dan terasa manis," ujar Ahmad Fauzi, petugas MCH sambil tersenyum setelah meneguk air Sumur Ghars.

Menurut catatan sejarah Madinah, Sumur Ghars digali oleh Malik bin Nahhat, ayah dari sahabat Nabi Sa’ad bin Khaitsamah RA.

Sumur ini menjadi salah satu sumber air penting bagi penduduk Madinah kala itu. Namun, kemuliaannya semakin istimewa karena kedekatan langsung dengan Rasulullah SAW.

BACA JUGA:Castle Farms Madinah, Pemasok Kurma Ajwa Terbesar ke Berbagai Negara

Dalam riwayat, Nabi SAW sering meminum air dari sumur ini dan menggunakannya untuk berwudhu. Keistimewaannya semakin kuat dengan wasiat beliau yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, yaitu “Apabila aku meninggal dunia, maka mandikanlah aku dengan air dari Sumur Ghars. (HR Abu Ya’la)"

Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga pernah bercerita tentang mimpi yang menunjukkan keutamaan sumur ini. Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, “Aku melihat seakan-akan aku berada di dekat sebuah sumur. Lalu dikatakan kepadaku, ‘Ini adalah Ghars, dan ia termasuk mata air surga’. (HR Ibnu Majah)"

Meski para ulama menekankan bahwa ziarah ke Sumur Ghars bukanlah ibadah yang memiliki keutamaan khusus seperti sholat di Masjid Nabawi, Masjid Quba, atau ziarah ke Baqi dan Uhud, tempat ini tetap menjadi destinasi wisata sejarah Islam (ziyarah taarikhiyyah) yang sangat bermakna.

BACA JUGA:Jemaah Haji Bisa Pulang Lebih Cepat atau Ditunda Lewat Tanazul, Begini Aturannya

Saat ini, pengelola menyediakan air Sumur Ghars secara gratis bagi para pengunjung. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa botol sendiri, tetapi disediakan gelas plastik sekali pakai.

Kategori :