Vonis 10 tahun penjara untuk Nadiem Makarim datang saat saya di Niagara: seru. Sejak kasus itu disidangkan sudah terjadi polemik sangat bermutu di forum terbatas grup WA wartawan tua, SW60+.
Saya mengikuti polemik itu. Utamanya antara mantan Pemred TEMPO Bambang Harimurti (BHM) dengan mantan wartawan Kompas Arya Gunawan.
BHM cenderung membela mantan menteri pendidikan dan kebudayaan di zaman Jokowi periode kedua itu.
Arya tujuh tahun di Kompas, selulusnya dari ITB. Lalu pindah ke BBC London, lima tahun di sana. Setelah itu anak Jambi turunan Jambi-Minang itu bekerja untuk UNESCO di Wina, Austria. Sekarang Arya tinggal di Jakarta.
Saking bermutunya saya sampai ingin menyiarkan isi polemik itu di Disway. Tapi pembicaraan di grup WA adalah ranah ”pribadi” grup WA. Tidak boleh ke luar grup. Saya sedang cari cara untuk bisa membagi isi polemik itu kepada pembaca Disway. Saya ingin minta izin mereka: apakah boleh.
Perdebatan di situ ”sangat hukum” dan ”sangat jurnalisme”. Mulai dari perdebatan apa itu fakta persidangan dan apa itu asumsi. Juga soal mensrea, presumption of innocence, antara fitnah dan analisa interpretasi berbasis fakta, apa itu penghakiman pers dan konflik kepentingan.
Sebelum itu saya sudah membaca banyak tulisan Agustinus Edy Kristianto, juga mantan wartawan. Agustinus adalah penulis yang paling kritis membahas kasus Cromebooks. Sebelum itu pun ia sudah sangat kritis membahas soal GoTo dan investasi Telkom di dalamnya. Juga soal permainan saham, merger, dan laporan keuangannya.
Polemik itu sangat baik bagi saya: agar tidak bisa terlalu menikmati keindahan Niagara. Maka di taman dekat Niagara ini saya lebih banyak membaca dari pada menatap ke air terjun kembar di depan sana.
Banyak pendapat wartawan tua lainnya juga saya baca. Tapi fokus utama saya tetap pada polemik BHM dan Arya Gunawan.
Inilah grup WA yang seru. Selama jadi anggotanya saya hanya posting dua kali. Dua-duanya tidak ada hubungan dengan kasus Nadiem Makarim.
Postingan pertama hanya memberi dorongan keberanian kepada seorang wartawan tua yang oleh dokter diminta segera operasi empedu.
Yang kedua soal kekhawatiran saya di awal terbentuknya ”grup Wartawan 60+” ini: jangan-jangan hanya akan seperti grup WA lainnya. Yakni lebih banyak untuk posting doa-doa, ajakan salat tahajud dan mengingatkan sudah waktunya salat subuh.
Saya minta grup baru itu tidak mengizinkan postingan seperti itu. Bukan saya anti tapi sudah banyak mendapatkan hal yang sama di grup yang lain. Biar beda grup isinya sama.
Doa, ajakan tahajud dan salat subuhnya bukan tulisan sendiri melainkan hanya reposting ajakan yang sama dari grup lain.
Membaca itu rasanya seperti mendengarkan bacaan Quran dari sebuah masjid, yang setelah saya masuki tidak ada orang; ternyata itu rekaman digital yang berbunyi sendiri bila jam salat tiba.
Banyak anggota grup yang ternyata setuju. Bahkan ucapan selamat tahun pun harus diatur. Kalau anggota grup mengucapkan selamat ultah pada semua yang ulang tahun alangkah monotonnya. Anggota grup ini 193. Berarti tiap dua hari ada yang ulang tahun. Ucapan ulang tahun sebaiknya disampaikan langsung ke nomor pribadi bersangkutan.
Dari luar grup saya baca postingan wartawan hebat kelas dunia: Tom Wright. Tom, wartawan asal Inggris yang tinggal di Hong Kong, membela Nadiem.
Anda sudah tahu siapa Tom: wartawan yang berhasil menjadi finalis penghargaan Pulitzer dalam investigasi korupsi terbesar di dunia 1MDB di Malaysia itu. Begitu hebat investigasi Tom. Sampai lintas negara. Sampai kakap sekelas perdana menteri Tun Najib, istri, dan kroninya runtuh. Masuk penjara.
Tom lantas menulis buku terkenal yang Anda pasti sudah membacanya: Billion Dollar Whale. Buku itu ditulis di Jakarta. Tom yang masih muda itu, belum 50 tahun, memang memulai karir wartawannya di Jakarta: sebagai koresponden harian The Wall Street Journal.
Tom tergolong wartawan whale hunter: pemburu ikan paus. Buruannya kelas kakap dengan risiko kakap pula.
Saat ini Tom sedang diperkarakan oleh tokoh politik-keuangan Thailand. Itu terkait investigasi Tom di judi online di Kamboja dan praktik penipuan di dalamnya. Sang tokoh langsung meletakkan jabatan sebagai menteri keuangan sehari setelah Tom menyiarkan hasil investigasinya.
Tom membela Nadiem Makarim. Nadiem ia sebut sebagai korban upayanya memberantas korupsi di Kemendikbud.
Tom heran mengapa Google tidak bersuara. Padahal Nadiem partner terpercaya Google.
Tom menulis: saatnya Google bersuara. Google sudah disebut divonis pengadilan terkait dengan suap saat Kemendikbud membeli 1,1 juta Chromebook yang merugikan negara, menurut hakim, Rp 1,5 triliun.
Nadiem tidak hanya dijatuhi hukuman 10 tahun menjara dan langsung masuk tahanan lagi, juga harus mengembalikan uang ke negara Rp 800 miliar lebih sedikit --sedikitnya itu banyak banget bagi Anda: Rp 9,59 miliar.
Tom seperti curiga Google tidak mau angkat bicara untuk melindungi bisnisnya di Indonesia.
Wartawan tua ternyata banyak yang tidak mau pensiun. Terus menulis. Tulisan mereka bagus-bagus. Banyak yang saya copy untuk saya simpan.
--
Di Niagara ini pun saya menulis. Bukan menikmati pemandangannya. Padahal saya harus menulis: bahwa Niagara yang di sisi Kanada ini jauh lebih ramai dari Niagara yang di sisi Amerika.
Pemandangan Air Terjun Niagara dari sisi Kanada memperlihatkan American Falls di kiri dan Horseshoe Falls di kanan, yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata lintas negara itu.--
Dari sisi Amerika kita hanya bisa melihat sisi samping air terjun Niagara. Amerika sampai membangun jembatan wisata. Jembatan itu hanya sampai di tengah sungai: agar wisatawan mau ke ujung jembatan untuk bisa melihat air terjun dari posisi yang lebih baik. Tapi tetap saja tidak sebaik kalau dilihat dari wilayah Kanada.
Jembatan Rainbow Bridge yang menghubungkan Amerika Serikat dan Kanada membentang di atas Sungai Niagara. Dari kawasan ini wisatawan dapat berjalan kaki melintasi perbatasan kedua negara.--
Maka saya menyeberang ke Kanada --jalan kaki melewati jembatan antar negara di atas sungai yang namanya juga Niagara.
Jembatannya sendiri diberi nama ”Rainbow Bridge”: dari jembatan ini memang bisa melihat pelangi yang muncul di jatuhan air terjun Niagara.
--
Begitu sampai di daratan Kanada jelas sekali: air terjun itu memang menghadap ke Kanada. Dua-duanya. Air terjun Niagara itu dua. Berdekatan. Yang besar dan yang besar sekali. Yang lurus dan yang membentuk huruf U. Itulah sebabnya turis yang ke Niagara-nya Kanada jauh lebih banyak dari turis di Niagara-nya Amerika.
Niagara memang indah. Tapi polemik antara BHM dan Arya Gunawan di SW60+ lebih indah. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 Juli 2026: Keluar Melambai
nur cahyono
Salam
Kujang Amburadul
Orang Amerika itu sudah bisa menepuk dada, berkata inilah saya, The Great. Makanya gak suka dipotret. Gak perlu. Na..., orang kita, emang demen motret diri sendiri, karena sama dengan harus "ngaca dulu" untuk bisa mengatakan inilah aku.
alasroban
Maling kekayaan negara lain, Maling emas negara lain, Maling minyak negara lain. Sampe netijen hapal polanya. Jika sebuah negara di anggap terlalu otoriter dan memerlukan demokrasi, di balik itu ada emas, minyak atau rare earth tersembunyi. :)
riansyah harun
Di Amerika saat mengembalikan mobil yang selesai di sewa, terasa "aneh" bagi warga dari planet lain. Bagaimana tidak, biarpun mobil sudah dipakaikan berbagai macam pengaman tambahan, mana di parkir lagi di garasi rumah, tapi masih juga bisa lenyap... Apa karena teknologi yang sudah sangat maju smpai membuat maling disana takut usil, atau ada hal lain yang membuat malingnya tidak selera mengambil mobil sewaan...?? Mungkin teman teman Perusuh yang ahli psikologi, bisa menjelaskannya. Kenapa di benua itu, banyak malingnya.., termasuk maling uang negara..????
riansyah harun
Ada sedikit yang membuat saya ber tanya tanya. Kenapa cicit pak Iskan (Ayrton) yang kakeknya sendiri itu Pemilik Disway, malah melanjutkan sekolahnya di Amerika, dan bukan di Negara China..?? Padahal seingat saya, banyak anak anak Indonesia (termasuk lulusan Pesantren), yang diberi peluang dan malah diberi bea siswa dari Yayasan yang di koordinir oleh Kakeknya Ayrton itu, untuk bersekolah di China..?? Padahal sejak dini, sejak SD, cucu cucu itu sudah dibekali kursus Bahasa Mandarin termasuk cara penulisan hurufnya yang bikin mumet kepala itu, oleh kakeknya sendiri...????
Sugi
Aku kirain Abah mau bahas 'itu'. Ternyata judulnya klikbait banget. Tapi untung tulisannya bernas. Poin pentingnya ada di soal perbatasan negara. Satu air terjun, view milik dua negara. Dan selamat untuk Ayrton yang lolos beasiswa Kansas University.
Taufik Hidayat
Judul artikel Abah DI kali ini yang ada Melambainya membuat saya inga akan kaum Pelangi yang disebut Pria Melambai. Tapi teman teman saya di MUI sudah akan atau telah membuat gerakan ata dorongan agar ada hukum positif yang melarang gerakan atau bahkan dukungan terhadap mereka. Ya wis rapopo . US memang terkenal agak sedikit ribet proses masuk ke negeri itu termasuk visa yg juga susah buat warga dunia kelas tiga dengan paspor warna hijau dan ada logo garuda z itu sebabnya warna paspor katanya akan diganti merah supaya mirip negara tetangga yang kita benci dan takut menjadi seperti negara setitik noktah surga tempat konglomerat teman abah menyembunyikan uang. Tapi sebenarnya selain Amerika Serikat ada juga beberapa negara yang menerapkan keluar melambai. Saya lupa lupa ingat tapi yg ingat banget adalah Irlandia yg kalau ke luar yah melambai saja . Dan uniknya kalau kita dari Dublin Ma ke Amerika mas pemeriksaan imigrasi Amerika nya ada di Dublin . Jadi sampai di Amerika nanti Masuk Melambai.
Akem SNJ
Membaca judul "Keluar Melambai", agak kaget juga. Karena kata "melambai", oleh sebagian orang, kadang dipahami berbeda saat ini. Baca sampai akhir, baru paham maksud dari judulnya. Wkwkwkwk..
Ulil Abshor
Semoga foto2 berlatar belakang Air Terjun Niagaranya bisa di share besok. Abah DI, panjenengan itu kalau pakai baju apakah tipikal yang 'ah, pakai ini aja, yg penting pakai (nggak udo)'. Saya perhatikan (bukan pengamat fashion sih) warna pakaiannnya suka nabrak2. Sering atributnya bagus, kekinian, tapi saat melihat wajah panjenengan yg setengah sepuh, loh, terasa seperti ga cocok. Lebih cocok untuk di pakai yg lebih muda. Begitu juga saat berfoto, terkadang di beberapa yg saya lihat tampak 'salah gaya'. Wajahnya sampun terlihat setengah sepuh namun gaya berfotonya lebih cocok untuk yang lebih muda. Anyway, sehat selalu Abah DI. Amin.
Yugi Porkdelicious
Diksi "melambai" sekarang sudah beda arti
Kalender Bagus
Salah satu basa-basi yang mengandung kebohongan yang kerap kita temui adalah: celetukan orang Asia ketika melihat foto seseorang. "Ih gantengnya", "Wuih cantiknya", padahal orang dalam foto ga ada ganteng atau cantiknya sama sekali. Versi Disway, i hanya hanya setengah. Efek buruknya, penilaian diri dari yang dipuji jadi kabur, saya ini beneran cantik atau hanya basa basi cantiknya. Tidak masalah kalau ia menyadari bahwa itu hanya basa-basi. Tapi ada sebagian yang yakin bahwa ia beneran cantik, karena pujian mengandung kebohongan itu didengarnya berulang kali dari orang yang berbeda, selama bertahun-tahun. Sepertinya orang Amerika paham itu. Dan barangkali, itulah sebabnya mereka jarang ingin di foto.
hoki wjy
Kaltim,Balikpapan mulai dilanda pemadaman Lampu bergilir dan sudah untuk kedua kalinya tempat tinggal saya mengalaminya terakhir kemarin listrik PLN mati dari pukul Jam 4 sore dan baru hidup setelah 2,5 jam menurut infonya 2 PLTGU Rusak di PLTGU Handil dan PLTGU Tanjung Baru.PLN lagi kebut perbaikkan ditarget 1 bulan selesai dan selama itu setiap daerah bakal padam bergilir.
Mpok Dipa
Di atas kereta yg berjalan kita bisa pesan sewa motor. Begitu turun dari kereta kita tinggal jalan kaki keluar dari stasiun. Di depan stasiun kita tinggal menghampiri agen sewa motor mana yg tadi chat dengan kita, buat ambil motor yg kita pesan lewat chat. Mudah kan?
Kalender Bagus
Hari itu saya beruntung bersua langsung dengan Abang Andrea Hirata. Saya tanya, apa resep rahasia Laskar Pelangi hingga bisa jadi buku best seller dan diangkat ke layar lebar. Jawaban Blio singkat: The Power of Simplicity. Sejak saat itu, prinsip ini saya gunakan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk hape android, termasuk Aplikasi Kalender Bagus. Sudah tayang di PlayStore, dengan jumlah install yang lumayan. (Maaf numpang promo tipis-tipis)
istianatul muflihah
Accidental Author dan Bu Muslimah Andrea Hirata menulis novel pertamanya tanpa maksud menjadikannya komersil. Andrea menulis novel itu untuk hadiah. Tidak lain untuk guru SD nya itu. Bu Muslimah. Di sekolah yang akan rubuh jika di seruduk kambing yang sedang birahi mau kawin itulah cerita fiksi itu bermula. Andrea hanya menulis dan menulis tanpa mengirimnya ke penerbit. Kawannya-lah yang mengirimkan be Bentang Pustaka. Kata Andrea, menulisnya hanya butuh waktu sekitar 2-3 minggu. Sebab menulis panjang seperti itu yang lama adalah proses risetnya. Novel yang awalnya hanya untuk Bu Mus, kemudian terbit untuk publik. Dibaca jutaan orang. Belum terhitung bajakannya. Sebab negara memang tidak punya data berapa eksemplar buku bajakan telah beredar. Mungkin 2-3 kali jumlah penjualan buku asli? Bertahun kemudian, cetakannya sampai lebih dari 50 kali. Diterjemahkan dalam puluhan bahasa (kalau tidak salah mencapai 37 bahasa). Beberapa karya, disebut sebut tak lekang oleh waktu. Laskar Pelangi dan kisah soal Bu Mus ini, bisa jadi salah satunya.
Thamrin Dahlan YPTD
Keluar Melambai. Kanada negeri terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. ini bonus Fifa . Otomatis Kanada bersama Mexico dan Amerika serikat berhak menjadi peserta diantara 48 Negara lain. Tidak perlu berjuang dari babak penyisihan yang sangat panjang seperti dialami PSSI. Hebatnya ketiga tuan rumah lolos ke babak 32 besar. Ujung komentar ini menyampaikan harapan seluruh rakyat pencinta bola agar PSSI berjuang (mati matian) supaya Indonesia menjadi Tuan Rumah di tahun 2030. Modalnya sudah ada yaitu jum lah lapangan bola sepak berkualitas, penonton nan sorak sorainya melebihi suprter negara manapun. Liga juga berjalam lancar Persib 3 x juara Point kedua perihal niagara falls. Perusuh gaek seperti awak hanya bisa berangan angan kapan bisa kesana. Air terjun di dalam negeri seperti ngarai sianok da lain sudah dikunjungi. Katanya ketinggian air terjun itu belum bisa mengalahkan niagara. Awak punya teman karib bernama Syed Taufik Hidayat . Beliau Perusuh nan awak ajak kesini. Tujuannya agar dapat mengimbangi tulisan Abah terutama perjalanan ke Luar Negeri. Kami menyapa Syed bersebab kuliah di Paska Sarjana UI di Prodi Ekonomi Syariah. Syed perusuh ini bekerja sebagai "montir" pesawat terbang. Berkeliling dibelahan dunia. Untunglah seluruh pengalaman sudah di ikat dalam Buku. Aman ber ISBN terdokumentasi di Perpustakaan Nasional seperti buku Perusuh Dahlan Iskan. Jadi judul melambai bisa diartikan terima kasih atas Ucapan Dirgahayu 80 Tahun Polri dari Syed Taufik.
Jo Neka
Bahasa antusiasmenya begini..Masuk dengan tegak perkasa.Keluar dengan melambai-lambai..Sudah tua.Tetapi pilihan katanya penuh bisa dan bias.Begitulah wartawan suhu.Walau tua tetap nakal.
Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Air terjun Niagara memang andalan Amerika untuk menggaet wisatawan mancanegara. Pariwisata ini membuat pikiran saya melayang ke data tahun 2025. Menurut data itu, jumlah wisatawan Indonesia yg melancong ke Malaysia meningkat pesat tahun 2025 yaitu sebesar 4,3 juta wisatawan. Begitu kerasan wisatawan Indonesia di negara Malaysia itu. Bagaimana wisatawan Indonesia yg datang melancong ke negara tetangga Philipina? Data tahun 2025 membuat saya melongo. Angkanya tercatat hanya 48.964 wisatawan Indonesia berkunjung ke Philipina. Tahniah untuk Malaysia yg berhasil merebut hati wisatawan Indonesia.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KELUAR NEGARA, MASUK AKAL.. Cerita kecil di Rainbow Bridge ini menarik. Bukan karena air terjunnya saja, tetapi karena filosofi di balik pintu perbatasan. Banyak negara memperketat pintu masuk, tetapi tetap memberi ruang sederhana saat seseorang keluar. Secara administrasi, negara lebih berkepentingan memastikan siapa yang datang, bukan menahan siapa yang pergi. Namun sistem seperti ini bukan berarti tanpa pengawasan. Ada pertukaran data antarnegara, rekam perjalanan, dan teknologi informasi yang bekerja di belakang layar. Kadang negara modern memang seperti rumah dengan satpam yang tidak selalu berdiri di gerbang. Yang menarik, budaya juga ikut berbicara. Di satu sisi Amerika percaya pada mekanisme dan kepercayaan individu. Di sisi lain, banyak masyarakat Asia lebih suka memastikan semua momen tersimpan dalam kamera. Air terjun Niagara akhirnya bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga memperlihatkan perbedaan cara pandang manusia. Barangkali kemajuan sebuah negara bukan hanya terlihat dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari seberapa percaya negara itu kepada warganya.
pak tani
Kanada... Konon adalah negri tujuan favorit bagi perantau asal Madura. Sudah pasti populasi diaspora Madura terbanyak ada di Kanada. Sebuah kota di Kanada menjadi bukti nya. Yaitu Toronto. Aslinya bernama Ronto, karena banyak orang madura, jadilah Toronto tak iye ?
Irary Sadar
Makanya, jangan asal pilih menteri. Termasuk menteri pariwisata. Menteri pariwisata itu harus siap terjun ke lapangan, langsung ke alam, objek wisata bahkan geopark. Rasakan kesulitan apa yang dikeluhkan para penduduk disana serta obek wisatanya. Indonesia lebih banyak daya tarik wisatanya jika dibandingkan dengan Malaysia, tapi kenapa wismannya jauh tertinggal daripada Malaysia..?? (Bertanya dengan nada kesal).
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SAYA SUDAH KE KANADA, TAPI BELUM KE NIAGARA.. Tahun 1989 saya sudah sampai Kanada. Sudah juga keliling pantai barat Amerika. Dari kota ke kota, dari jalan panjang ke jalan panjang, sudah merasakan luasnya negeri Paman Sam. Tetapi anehnya, Niagara masih menjadi utang perjalanan. Air terjun yang fotonya sering muncul di majalah, televisi, dan internet itu belum pernah saya lihat langsung. Rupanya ada tempat yang dekat di pikiran, tetapi jauh di langkah kaki. Pantai timur Amerika juga belum saya singgahi. New York, Boston, dan kawan-kawannya masih menunggu. Barangkali daftar perjalanan memang seperti daftar pekerjaan: selalu ada tambahan baru. Kalau ada yang mengajak ke sana, saya siap menemani. Jangan khawatir soal bawaan. Saya siap membawakan tas. Saya siap membantu dorong koper. Jabatan saya bukan guide, tetapi bisa naik pangkat menjadi “asisten perjalanan senior”. Yang penting perjalanan bukan hanya mencari tempat indah. Tetapi mencari cerita. Karena foto Niagara bisa disimpan di HP, tetapi cerita perjalanan hanya bisa disimpan di hati. Siapa tahu, suatu hari saya bisa berkata: akhirnya Niagara tidak hanya jatuh airnya, tetapi juga jatuh di daftar perjalanan saya. ## "Pak Dahlan mingijn-mingini.."
umar hidayat
10 tahun lalu, sekitar NOvember 2015 saya masuk reaktor nuklirnya MIT. Studi banding yang dibiayai bukan APBN. Untuk menduplikasi fungsi sejenis reaktor Nuklir Kartini Yogyakarta. Sejenis. Fungsi yang mirip. untuk layanan kampus. Sekarang, lebih dari 40 Perguruan Tinggi memanfaatkan reaktor Kartini. mirip punya MIT USA.
pak tani
Hari ini komen nya agak sepi. Mungkin karena keluar melambai, jadi lemas wkwkwk
Joko Wito
Waktu serasa cepat berlalu. Ayrton yang dulu diguyonin "made in Tiongkok", sekarang sudah mau kuliah di Kansas university.Jadi usianya hampir bersamaan sama kakeknya,dengan hati barunya... Congratulations.
yea aina
Orang Amerika kurang senang berfoto diri, agak beda dengan kebanyakan orang Asia. Suka sekali swafoto. Narsis. Apalagi para politikus di negerinya Pak DI, mereka dikenal super narsis. Setiap jelang pemilu/pilkada, bertebaran foto "narsistik" di sepanjang jalanan. Rasanya terlihat, seperti foto diri orang-orang yang haus kekuasaan. Pesan yang ingin disampaikan jelas: "pilih saya! ". Pemilu masih tiga tahun lagi, tapi si raja palsu - yang menyematkan gelar baginda untuk dirinya sendiri, sudah kampanye kepagian. Memang ia dikenal suka memanipulasi apapun, apalagi kalau terkait kekuasaan keluarganya. Pun mencuri start kampanye, untuk kursi anak dan menantu. Bahkan bikin "drama" injak ndas kebo, ngarep kampanye kepagian itu semakin kontroversial. Memamerkan sikap merasa dirinya masih berkuasa, secara naif pula.
Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)
Sekarang coba dibalik. Ajak John Mohn ke Raja Ampat atau ketemu komodo. Masa dia tetap ga mau foto diri? Subyektif saya, orang Amerika ga mau foto diri (misal: di Niagara) krn dia pikir itu negara dia. Bisa jadi, dia sudah beberapa kali ke sana. Atau dia sudah ada plan minggu depan dia mau ke Niara lagi, mau foto sendirian pake tripod. Atau dia kurang percaya hasil jepretan Pak DI? Contoh yang sama: Saya kl ke Monas hari ini, tentu ga akan ketemu org Jakarta yang berfoto diri di depan Monas lagi. Atau orang Surabaya -harusnya- ga berfoto diri dengan latar Jembatan Suramadu lagi. Yang berfoto adalah para pendatang. Begitu juga ke Niagara, tentu yang berfoto adalah turis2 yang sudah keluar duit gocap tiau hanya utk 酒店加早餐. Kl ga, ya rugi wkwkw...
Jokosp Sp
Succes model baru, adalah bisa hutang. Hutang untuk dapat Dolar. Hutang Rupiah dari rakyatnya. Atau yang baru, hutang dari Yuan (RMB). Caranya?. Dengan menerbitkan surat utang. Jadi sebagai bagian dari masyarakat, maka anda harus bangga ke mereka karena suksesnya dalam berhutang. Sementara sekawanannya menghabiskan dana-dana itu untuk dana politiknya. Bayar konco-konconya menjadi menteri, wakil menteri, pejabat tinggi sampai dicarikan jabatan komisaris BUMN. Itu belum cukup, masih harus banyak lagi dicarikan pekerjaan lewat MBG dan KDMP. Makan yang menguras uang dari pajak rakyat dan hutang, namun hasilnya cuma sampai di lubang wc. Sakno mbah buyut dulu berjuang untuk kemerdekaan, mungkin di alam sana mereka masih terus bertanya "Kok cucu-cucuku serakahnya kayak itu sekarang?. Padahal kalau untuk sekedar makan saja sepiring ya cukup, sudah kenyang". Ampyuuuuuuuunnnnnnnnnn.
Udin Salemo
@"wakhaji" JZ, dulu sibuk ngitung cuan, kalau import LPG saya dapat cuan berapa? kalau beli ke UAE saya dapat cuan berapa? kalau pipanisasi cuannya kecil. mending pakai tabung cuannya besar setiap tahun.
Juve Zhang
Kalau LPG 70% impor dari UAE ...gas CGN semua ada di dalam negeri....gak kepikiran dari dulu pake gas CGN....entah fokus ke mana .....
Juve Zhang
Gas CGN ini sebenarnya bagus ide Om Bahlil ganteng dengan harga sama pemerintah hanya subsidi sedikit bagus gas CGN banyak dihasilkan negara kalau Rusia sejak tahun 60 an sudah pipa menjulur ke mana mana isi nya gas...kalau Indonesia mungkin pejabat mikir korupsi terus menerus lupa kita banyak gas cuma gak ada pipanisasi .... akhirnya kepikiran sekarang pake CGN konon hemat devisa beli LPG ke UAE...hematnya 30% baru kepikiran sekarang....dulu kerja apa saja ya pejabat top ....