Tak hanya Gojek, Maxim juga mengklaim mulai merasakan dampak awal dari kebijakan komisi 8 persen. Namun, perusahaan menilai efektivitasnya masih perlu dievaluasi dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Ratusan Ojol Nobar Piala Dunia Bersama AHY, Kebersamaan Jadi Pesan Utama
Maxim Klaim Pendapatan Naik
Perusahaan transportasi daring Maxim mengklaim kebijakan penyesuaian komisi menjadi 8 persen pada layanan Maxim Bike mulai berdampak positif terhadap pendapatan mitra pengemudi.
Berdasarkan hasil pemantauan internal selama dua pekan sejak kebijakan tersebut diterapkan, rata-rata pendapatan mitra pengemudi disebut meningkat hampir 5 persen dibandingkan periode sebelum penyesuaian komisi berlaku.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan peningkatan pendapatan itu diperoleh melalui pengalokasian kembali anggaran perusahaan yang difokuskan untuk mendukung kesejahteraan mitra pengemudi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan masih perlu mengevaluasi dampak kebijakan tersebut dalam jangka panjang.
Sebab, perubahan alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk pengembangan layanan berpotensi memengaruhi operasional perusahaan.
Menurutnya, apabila pengembangan layanan terganggu, kondisi tersebut dapat berdampak pada tingkat permintaan layanan hingga peluang pendapatan jutaan mitra pengemudi di masa mendatang.
"Maxim memprioritaskan terjaganya stabilitas di seluruh lini bisnis, khususnya pada layanan transportasi penumpang. Fokus utama kami adalah meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai daerah melalui layanan transportasi penumpang roda dua. Kami juga mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan seluruh pihak, sehingga kami terus berupaya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan," jelas Dirhamsyah.
BACA JUGA:Ekonom Unair Sebut Potongan Komisi Ojol 8 Persen Perlu Dievaluasi Secara Berkala
Selain menerapkan kebijakan komisi 8 persen, Maxim menegaskan tetap memberikan berbagai bentuk dukungan kepada mitra pengemudi melalui subsidi dan insentif.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesejahteraan pengemudi sekaligus mendukung keberlanjutan industri transportasi online.
Perusahaan juga menyatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendapatan bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari layanan transportasi daring, baik sebagai pekerjaan utama maupun sumber pendapatan tambahan.
Namun, Maxim menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai efektivitas penuh dari penerapan komisi 8 persen.
Perusahaan menilai keseimbangan antara peningkatan pendapatan mitra, keberlanjutan operasional perusahaan, serta kualitas layanan kepada pelanggan harus terus dipantau secara berkala.
Karena itu, evaluasi terhadap implementasi kebijakan akan terus dilakukan guna memastikan dampaknya tetap positif bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari mitra pengemudi, pelanggan, hingga keberlangsungan bisnis perusahaan.