Tanpa Utang

Selasa 04-08-2026,04:00 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

"Berutang tambah beban. Tidak berutang tidak bisa berkembang".

Saya dihadapkan pada dilema itu. Kemarin. Si pembawa dilema: enam orang pengusaha-pejuang dari berbagai kota. Mereka disebut pengusaha karena memang punya perusahaan.

Ada yang sampai punya perusahaan di Afrika. Mereka disebut pejuang karena sangat gigih berkampanye: hindari utang. Jangan punya utang. Yang punya utang segera lunasi: mulai lagi jadi pengusaha yang tanpa utang.

Enam orang itu mendatangi saya: agar mau bersama mereka membahas dilema besar pengusaha: "Berutang tambah beban. Tidak berutang tidak bisa berkembang".


--

"Dilema itu adalah kado kami untuk ulang tahun ke-75 Pak Dahlan," ujar Mulyono, pengusaha pupuk organik asal Gumolong, Sragen.

Pak Mul punya banyak perusahaan. Termasuk yang didirikan tahun 1916 di Kamerun, Afrika. "Maafkan kado kami bukan jam Rolex atau buket bunga," ujarnya lantas tersenyum.

Kado mereka adalah sebuah workshop yang akan membahas dilema itu. Mereka mengajak rundingan: kapan dan di mana. "Harus di hotel bintang lima. Harus di bulan Agustus agar berdekatan dengan hari lahir," ujar Pak Mul, kini 55 tahun.

Maka kami pun sepakat: di ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, tanggal 13 Agustus 2026. Peserta dibatasi: 200 orang. Harus pengusaha dengan omzet minimal Rp 1 miliar.

Dulu anggota kelompok ini tidak pakai batas omzet. Pokoknya pengusaha. Meledak. Terlalu banyak anggota. Akhirnya kurang fokus.

Ketika belum dibatasi, nama kelompok ini disebut MTR --Masyarakat Tanpa Riba. Lama kelamaan semangat "tanpa riba" lebih kencang daripada semangat "jadi pengusaha".

Lantas lebih terkesan sebagai gerakan keagamaan. Bahkan jadi gerakan dakwah. Lupa jati diri sebagai pengusaha. Sering usahanya tidak dapat perhatian karena lebih rajin berdakwah. Akhirnya utang tidak terbayar. Istri mengeluh: sering didatangi tukang tagih, sementara sang suami pergi berdakwah.

Akhirnya diputuskan: "gen" pengusaha harus dikembalikan ke anggota. Nama MTR pun diganti menjadi MMC: MTR Miliader Club.

Lalu berubah lagi menjadi FEB: The Empire Builder. Terakhir nama itu menjadi SyaREA World.

Sya singkatan syariah.

REA singkatan Real Estate Alliance.

Tentu hanya nama. Tidak harus usaha real estate.

Misinya sama: bagaimana jadi pengusaha sukses tanpa utang. Yang sudah telanjur punya utang harus diselesaikan. Jual aset. Lunasi utang. Atau cara lain lagi. Mereka saling bertukar pendapat. Sharing pengalaman.

Tanggal 13 Aguatus nanti pun seperti itu: lima orang pengusaha anggota SyaREA World --awalnya terdengar seperti Syariah World-- akan buka-bukaan: berapa utang mereka dulu, bagaimana cara terbebas utang.

Salah satu dari mereka masih sedang dalam proses menyelesaikan utang Rp 140 miliar. Asetnya cukup untuk menyelesaikannya.

Yang satu orang lagi bukan punya utang, ia justru punya tagihan: USD8 juta. Ia kontraktor ME dengan kontrak USD13 juta. Baru dibayar USD5 juta. Ia seorang insinyur teknik mesin alumnus ITS. Ia sudah berusaha menagih utang. Tidak pernah berhasil. Padahal prusahaan yang berutang itu anak dari grup usaha yang amat besar.

Ia pun praktis bangkrut. Lalu ia ikhlaskan tagihan itu. Ia merintis usaha baru lagi. Kecil-kecilan --untuk ukuran lama. Ia tanam tujuh hektare cavendish. Di tanah orang lain. Sudah mulai menghasilkan. Ia akan bangkit lewat situ. Itulah bedanya pengusaha dengan bukan pengusaha: kalau jatuh harus bisa bangkit lagi. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 Agustus 2026: Mahal Murah

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CUCU SAYA YANG KEDUA, JUGA "CUCU MAHAL".. Anak pertama saya baru dikaruniai anak setelah empat tahun menikah. Anak kedua juga begitu. Enam setengah tahun menunggu hamil. Dengan catatan, cucu kedua lahir lewat proses bayi tabung. Maka saya menyebutnya "cucu mahal". Bukan karena nilai cintanya lebih tinggi. Melainkan karena proses mendapatkannya memang terkenal mahal. Yang menarik, proses itu dilakukan di Oxford, Inggris, saat anak saya mengikuti tugas belajar. Ternyata gratis. Ya: Mahal, tetapi gratis. Sampai hari ini saya masih bertanya-tanya, kok bisa? Dugaan saya, anak saya memenuhi syarat pendanaan dari NHS melalui Integrated Care Board wilayah Buckinghamshire, Oxfordshire, dan Berkshire West. Di sana, satu siklus IVF dapat dibiayai bagi pasangan yang memenuhi kriteria tertentu: 1) ada syarat usia, 2) belum memiliki anak dan terbukti mengalami infertilitas. Anak saya memang mahasiswa internasional. Ia juga membayar Immigration Health Surcharge (IHA). Setahu saya, iuran itu tidak otomatis membuat IVF gratis. Berarti ada syarat lain yang berhasil dipenuhi. ### Saya tidak sedang membahas Inggris. Saya sedang "bersyukur".. Karena kadang, yang disebut "mahal" justru menjadi anugerah yang tidak perlu dibayar dengan uang.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MEMBUAT BAYI, TAPI BUKAN MENCIPTAKAN KEHIDUPAN... Kalimat itu menarik: selama 40 tahun dr. Aucky telah berhasil "membuat" 20.200 bayi. Tentu kata membuat di situ bukan dalam arti menciptakan kehidupan. Yang dilakukan ilmu kedokteran adalah membantu mempertemukan peluang yang sebelumnya nyaris tertutup. Di balik angka 20.200 itu, tersimpan ribuan.. 1) penantian, 2) air mata, doa, dan 3) harapan pasangan yang bertahun-tahun belum juga dikaruniai anak. Statistik memang dingin. Namun setiap angka di sana adalah satu keluarga yang akhirnya mendengar tangis pertama bayinya. Dokter menghadirkan ikhtiar. Ilmu membuka jalan. Selebihnya, kehidupan tetaplah sebuah keajaiban. Karena itu, yang paling pantas dirayakan bukan hanya kecanggihan teknologi, melainkan hadirnya harapan yang kembali menyala di ribuan rumah.

Mojo Sugiarto

Ada yg nunggu bertahun2 biar bs dpt bayi... Ada jg yg kilat sehari jadi,begitu lahir dibuang.....

Sadewa 19

Anak Mahal yg termihil menurut saya yaitu yg jadi wakil raja sekarang. Meskipun tidak lahir dari proses bayi tabung, namun biaya persalinan "karir politik" nya sangat fantastis. Diperlukan operasi cesar yg senyap, bukan di Rumah Sakit melainkan di tempat yg anda sudah tahu. Kelahirannya di bantu juga oleh pamannya yg merangkap sebagai bidan. Didukung oleh suplement berbahan dasar "asam sulfat". Agar bisa jalan, anak anak yg lain diberikan nutrisi yg tepat. Namun anak mahal ini, tidak perlu itu semua. Cukup ketok palu satu pasal konstitusi, seketika dia bisa "jalan" sampai hari ini. Woy ini lg ngomongin anak raja yg mana sih ? Maaf saya ngelantur, ini tentang anak raja di dunia fantasi. Hehe

Juve Zhang

Saya satu satu nya perusuh Disway yg mengatakan Sangat Bayi Tabung akan maju ke pilpres 2024 lalu....semua perusuh komplain termsuk pendukung garis keras prof Pry....beliau bilang tak mungkin Sang Bayi Tabung masih terlalu muda gak cukup usia untuk nya pres tapi saya meramal Sang Bayi Tabung akan maju dan betul maju dan sukses Goalllll....semua Perusuh Disway bengong kenapa bisa sang Bayi Tabung masih kinyis kinyis masih belajar merangkak masih netek Asi....tapi ambisi sang Ayah kandung sudah sampai Ubun Ubun apapun akan diterjang sekalipun besok akan ada gempa skala 9 harus Goallll....maka segala siasat diatur di upayakan hasil nya anda sudah tahu semua ekonomi amblas hancur....rakyat miskin menjerit kesulitan bernafas...megap megap hidupnya... Inflasi meroket naik ke atap langit...sayur mayur naik melonjak...buah buah an terbang harganya Ayam loncat kodok telur terbang ke langit langit harganya....ini lah buah karya ekonom amburadul....hasil kerja sang bayi tabung tidak ada terlalu mahal Beaya 40 triliun Beaya pembuahan nya ....sang bayi tabung hanya jalan sana sini tes motor listrik...sekali kali ke LN wakil i sang raja yg sudah encok rematik...anda lihat akibat bayi tabung ini merugikan rakyat miskin dan rakyat jelantah.... eksperimen Bayi tabung Dr. Robert dkk di Inggris 5 dekade lalu menjerumuskan ekonomi rakyat jelantah ke jurang kemiskinan.....

Jo Neka

Saya adalah perusuh yang paling anti KDMP..Kalau MBG..okelah ..Walau ada korupsi..Beberapa juta anak Indonesia sudah merasakannya.Lah KDMP..Yakinlah yang menerima proyek yang sudah mendapat uang.Dan setelah gedung berdiri...Sudah selesai.Selanjutnya tidak akan berguna.

Tivibox

Mengapa disebut bayi tabung ? Itu karena, pembuahan dilakukan di luar tubuh. Menurut pelajaran biologi saat SMA dulu, kalau pembuahan secara normal, itu terjadi di saluran telur (tuba falopi) sesaat setelah suami istri melakukan ritual seperti biasanya. Seperti yang kita tahu, untuk bayi tabung ini, pembuahan itu terjadi di laboratorium. Sel telur dan sperma yang sehat diambil dan dipertemukan dalam wadah khusus. Mediannya ---ini yang saya tidak tahu---, apakah memang bentuknya seperti tabung. Mungkin Pak Agus S3 bisa menjelaskan detailnya. Setelah menjadi embrio di laboratorium, itu dikembalikan lagi ke rahim untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi janin dan bayi.

Jose Wu

Luar biasa ternyata sudah lbh 20.000 anak yang dibantu kehadirannya di dunia oleh dr Aucky...anak saya ternyata salah satu diantara 20.000 tsb sehat selalu dokter...tdk terasa sdh 22 th berlalu

Johannes Kitono

Bayi Beruntung. Bayi yang lahir dari Tabung atau Inseminasi jelas bayi yang beruntung. Hasil usaha kedua ortu dan dr Obgym. Dulu ketika married dipenghujung 40 th. Pengin cepat punya anak kembar. Pernah konsultasi ke Clinic dr Chang di Thomson road S'pore. Then, di rekomendasi ke Dr Dauhri Mohran, Jakarta. Teman teman di Fitness Club banyak mendukung. Ada yang sampai kasih pil kesuburan dari Holland. Setelah diinjeksi beberapa kali oleh dr terlihat ada 5 buah telur saat di USG. Pas hari H dr memasukkan sperma sehat ke rahim isteri. Syukur ,ternyata yang jadi 2 bayi bukan 5. Dr konfirmasi bahwa keduanya laki laki. Terlihat anunya ereksi ketika mau pipis, kata dr penghobby tenis itu sambil tertawa. Pada tgl 19 April 1993 lahirlah Agass dan Arya di RS Pondok Indah, Jakarta. Kembar non identik sehat dan lucu. Arya tidak mau panggil kakak ke Agass. Cuma lahir beda 5 menit alasannya. Dan th 1995 lahir Ayugita secara alamiah. Ini bonus dari Tuhan. Now Agass alumni Psikologi UPH. Arya alumni Kuliner Elizabeth. Dr Ayugita alumni FK Atmajaya bersama Dr Michael Lie tinggal di Adelaide, Aussie. Thx untuk dr Dauhri Mohran ( alm ) dan teman teman yang turut mendoakan kelahiran anak kembar. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. Sisi lain IVF (In Vitro Fertilization) Perilaku manusia itu terkadang ada ada saja..... konon di belahan Dunia Barat pernah ada pasangan Lesbian yang ingin memiliki anak ?? Mana mungkin sih dengan "penetrasi oleh jari-jemari tangan" bisa terjadi kehamilan ?? Emangnya jari-jemari tangan pasangan Lesbiannya bisa "yes-no-yes-no" gitu dan kemudian menyemburkan yang disemburkan..... wkwkwkwkwk..... Oh, ternyata, mereka mengandalkan "pendonor sperma"..... Saya bilang sih, daripada kayak begitu, mendingan kawin..... jelas-jelas bisa melepaskan teriakan yes-no-yes-no dan ah-uh-ah-uh..... wkwkwkwkwk..... Lha IVF itu kan pilihan selanjutnya, jikalau sudah yes-no-yes-no dan ah-uh-ah-uh masih gagal hamil. Bagaimana pula, jikalau Sang "pendonor sperma" itu ternyata kaum Gay..... lengkap sudah "kebingungan" Sang Bayi..... dilahirkan oleh Ibu yang Lesbian, dengan "bibit" dari Sang pendonor sperma yang kaum Gay..... mungkin, ketika lahir "Bayi yang satu ini" tidak akan menangis sebagaimana Bayi yang lahir ke Dunia, tetapi "bengong terlebih dahulu"..... wkwkwkwkwk.....

Bahtiar HS

Mas @Hasyim, Betul sekali. Jangankan non-muslim, yg muslim saja sejak kecil ada yg merasa begitu "sulitnya" jd org Islam. Ada teman yg spt itu. Beliau anak kyai kampung. Dari sejak kecil yg kerap ia dengar dari Abahnya, dan jg sekelilingnya, adl banyaknya hal2 yg diharamkan / dilarang dalam agama. Ini nggak boleh. Itu nggak boleh. Ujung2nya masuk neraka kalau melanggar. Kesannya Islam itu "banyak larangannya". Hal-hal demikian yang ia dengar/terima tiap hari, yang kemudian membuatnya kurang "nyaman". Shg dia nggak mau ketika Abahnya memintanya menjadi "kyai" spt dirinya. Yg tentu ini menjadi sebab "pertentangan" dg ortunya. Oleh krn itu, dia ingin membuktikan bhw dg menempuh jalur lain, katakan jalur umum, kita ttp tetap bs menjalankan agama (Islam) dg berkualitas dan bermartabat. Ia selepas SMA lalu kuliah dan mengambil jurusan teknik. Setelah itu ya bekerja di bidang teknik, mendirikan usaha sesuai jurusannya. Bertahun2 spt itu. Hingga hari pembuktian itu tiba--yg ia sgt bersyukur krnnya-- yakni ketika akhirnya bisa memberangkatkan Abahnya ke tanah suci utk berhaji dari hasil usahanya itu. Sesuatu yg belum bs dilaksanakan Abahnya krn satu dan lain hal (ekonomi). Sesungguhnya agama Islam itu mudah. Tdklah seseorg itu mempersulit agama ini melainkan akan dikalahkan (akan jenuh dan gagal sendiri). Permudahlah, dan jgn dipersulit. Berikanlah kabar gembira, dan jgn membuat org menjauh. Jd sy rasa bukan Islamnya. Tp cara penyampaian yg hrs disesuaikan dg sikon zamannya.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

"Overthinking Dalil" Menurut pandangan saya, kebanyakan muslim itu suka overthinking tentang dalil. Hasilnya, segala hal "baru" mudah diharamkan. Termasuk perdebatan di awal kemunculan teknologi bayi tabung, untungnya kemudian bayi tabung "dihalalkan dengan beberapa catatan". Overthinking dalil itu juga yang membuat banyak yang mengharamkan donor organ, vasektomi, operasi plastik, dll. Overthinking dalil itu menyebabkan Islam tampak tak bisa mengikuti zaman. Faktanya kebanyakan umat Islam seperti itu. Overthinking dalil membuat Islam tampak menjadi agama yang ribet dan berat. Padahal menurut saya Islam itu harusnya ringan dan bisa dijalankan oleh siapa saja. Saya pernah punya teman tionghoa di Surabaya yang bercerita tentang pengalaman spiritualnya. Dia seorang penganut Konghuchu dan pernah mengalami masa di mana dia ingin pindah agama. Dia bilang, "Waktu itu aku pelajari semua agama. Aku juga mungkin pindah ke agama mana saja. KECUALI: Islam!" Bayangkan! Betapa tak masuk akalnya Islam bagi dia! Saya yang muslim ketika mendengar cerita teman saya itu seperti ditampar. Menurut saua, dia mewakili stereotip non-muslim terhadap Islam pada umumnya di Indonesia. Baginya logikanya, dia nggak mungkin memeluk Islam. Saya lalu sadar, yang "dibaca" oleh non-muslim tentang ajaran Islam itu bukan Quran atau Hadis, yang mereka "baca" tentang Islam adalah: perilaku umat Islam. Dan ketika semua serba-diharamkan, tentu saja yang terlihat di mata mereka adalah: Islam ribet!

Juve Zhang

Banyak anak lahir biasa bukan bayi tabung tapi menjadi sangat mahal bagi rakyat miskin karena sang bayi normal menyimpan 74 kg emas b dan 476 em valas....bayi model begini harusnya di sebut bayi perusak bayi bayi tabung maupun bayi normal yang hidup penuh dedikasi pada pekerjaan dan profesi nya....bayi normal yang koleksi nya 74 kg emas batangan dan Valas 476 sebenarnya tidak diharapkan lahir di kerajaan Singosari....tapi sudah terlanjur bayi itu muncul dari rahim sang ibu.... akibatnya musibah bagi bayi normal dan bayi tabung semua nya....bayi normal menyimpan 74 kg emas batangan itu membawa gen DNA yg kurang baik akibatnya anda semua miskin sampai sekarang pun saya miskin... tak seharusnya kita hidup semiskin seperti sekarang....dompet gak seharusnya isi 5 lembar nominal 2009 an....makan gak seharus nya gratis dan dikorupsi....makan seharusnya semua mampu bahkan berlebihan....di Tiongkok trend makanan di Rumah makan banyak yg gak di makan mubazir....sampai suhu Xi Jin Ping bilang jangan memesan melebihi kemampuan perut anda....saya ingat dijamu makan oleh taipan Indonesia di Shanghai kelas beliau taipan menengah tapi soal memesan makanan saya dalam hati geleng kepala ini yg makan sedikit sisa akan banyak ....betul dugaan saya sisa makanan mahal bertaburan....alamak ikuti nasehat suhu Xi Jin Ping makan lah sesuai kemampuan volume perut anda....jangan di buang buang....itu cermin rakyat Tiongkok yang kaya raya makmur sejahtera....

Bahtiar HS

Anak mahal versi Abah ini adalah bayi tabung. Kalau anak mahal versi saya adalah anak ke-10. Karena kakak-kakaknya semuanya lahir normal per vaginam di tangan bidan. Sementara dia setelah ditolak sekian bidan dan RS tipe B dan hrs ditangani oleh RS tipe A mengingat tingkat risikonya yg tinggi, dia akhirnya malah harus lahir melalui Sectio Caesaria (operasi sesar).

Akem SNJ

Bayi tabung sebagai alternatif yang paling "mudah" dan "murah" untuk mendapatkan keturunan. Tentu untuk menuju ke sana, harus ada kesempatan dan keseprmahaman antara suami dan isteri. Sayangnya, banyak sekali pasangan yang lebih mendahulukan ego daripada menyadari dan menyepakati untuk berusaha mendapatkan keturunan. Ada banyak isteri yang mengeluh tidak punya anak, tetapi merasa bahwa hasil tes kesehatan reproduksi mereka sehat dan baik. Sementara, suami tidak mau untuk melakukan tes reproduksi dengan berbagai alasan. Bahkan kadang mertua ikut membela anaknya "si suami". Kasus demikian sangat banyak tersebar di medsos atau di dunia nyata. Ego kadang lebih perkasa dari keperkasaan seorang laki-laki.. Ups..

Muh Nursalim

Anak ternyata begitu pentingnya. Sampai harus pakai bayi tabung. Berarti tidak perlu intercouse. Padahal pada aktifitas inilah yang dibayangkan dari puncak berkeluarga. Ternyata tidak. Ada yang lebih penting dari itu. Yaitu lahirnya anak. Itulah sebabnya mengapa Nabi Ibrahim nikah lagi. Gara2 sang istri tidak segera bisa memberinya anak. Itu pula do'a nabi Zakaria minta anak. Meski umurnya sudah seratus tahun labih dan istrinya mandul. Ada cita2 dan perjuangan yang ingin diwariskan. Kepada keturunannya sendiri. Yang berbahaya itu urusan bapak anak yang bulan agustus ini menjadi kajian pengamat politik. Ada bapak yang ingin segera mewariskan kursinya kepada anaknya. tahun lalu sudah uji nyali. Dg bakar2 di banyak kota. Terutama gedung DPR. Bulan ini menjadi krusial. Boleh jadi cita2 itu ingin segera dituntaskan. Seperti ujar pengamat plitikm perempuan di awal kuasa. Bhw prabowo cukup dua tahun saja. Wuih.

Kategori :

Terkait

Selasa 04-08-2026,04:00 WIB

Tanpa Utang

Senin 03-08-2026,04:00 WIB

Mahal Murah

Minggu 02-08-2026,04:00 WIB

Alih Kekuasaan

Sabtu 01-08-2026,04:00 WIB

URI URI

Jumat 31-07-2026,04:07 WIB

Sadean Internasional