Ambang Batas Parlemen di Pemilu 2029 Memanas, Parpol Usul 1 hingga 7 Persen
Wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen dalam Pemilu 2029 menuai tanggapan berbeda dari sejumlah partai politik-disway.id/Anisha Aprilia -
JAKARTA, DISWAY.ID - Wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen dalam Pemilu 2029 menuai tanggapan berbeda dari sejumlah partai politik.
Sejumlah partai seperti Gerindra, Golkar, PKB, PKS, dan PDIP membuka ruang atau menyatakan dukungan terhadap angka 5 persen.
Di sisi lain, PAN sebelumnya menyatakan keberatan jika PT dinaikkan di atas 4 persen, sedangkan NasDem mengusulkan angka yang lebih tinggi, yakni 7 persen.
BACA JUGA:PPPK Tersangka Kasus Budidaya Ganja Diberhentikan Sementara, Ini Sikap Kementerian PU
Sekjen Partai Gerindra Sugiono mengatakan para ketum parpol bertemu belum lama ini untuk membahas besaran PT.
Sugiono menjelaskan koalisi pemerintah sepakat jika ambang batas parlemen diubah menjadi 5 persen.
Namun, dia tidak menyatakan bahwa seluruh partai telah mengambil keputusan final.
"Sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen," kata Sugiono.
Dukungan ambang batas parlemen 5 persen itu juga disambut oleh Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
BACA JUGA:El Nino Picu Karhutla dan Kekeringan, Kementerian PU Turun Tangan di 3 Provinsi
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan partainya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mematok angka ambang batas parlemen diubah dari 4 persen menjadi 5 persen.
Kesepakatan itu disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Senin, 14 September 2026 lalu.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk menegaskan komitmen kedua partai dalam mempererat komunikasi dan koalisi, serta memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami bersepaham besaran PT (parliamentary threshold) moderat saja, sekitar 5 persen," kata Sarmuji.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: