Menlu Sugiono Tegaskan Reformasi PBB Tak Bisa Lagi Ditunda

Senin 28-09-2026,14:33 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Menlu Sugiono Tegaskan Reformasi PBB Tak Bisa Lagi Ditunda

Menurut Sugiono, reformasi PBB memang tidak dapat diselesaikan dalam semalam, tetapi besarnya krisis global dan kondisi kemanusiaan yang dihadapi saat ini menuntut dunia untuk segera mengambil langkah nyata. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia menilai reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  semakin mendesak untuk diwujudkan di tengah dinamika dunia abad ke-21 yang kian bergolak demi menciptakan sistem multilateral yang lebih representatif, ulet, dan berdampak konkret bagi masyarakat global.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono menegaskan, meskipun peran PBB sebagai institusi penyatu bangsa-bangsa tetap tak tergantikan, kepercayaan terhadap organisasi dunia tersebut harus diiringi dengan keberanian untuk bertransformasi.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 28 September 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Gratis Usai Kerja

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat membacakan Pernyataan Nasional Indonesia dalam sesi debat umum Sidang ke-81 Majelis Umum PBB yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2028) waktu setempat.

Menurutnya, PBB memberi ruang bagi negara-negara untuk mencari jalan tengah atas perbedaan pandangan tanpa harus menempuh jalan kekerasan dan konflik, sekaligus menyediakan aturan bersama di tengah perbedaan kepentingan.

Sugiono menyampaikan bahwa respons tepat untuk mengatasi kekurangan pada sistem multilateral saat ini bukanlah dengan meninggalkannya, melainkan dengan memperkuatnya.

BACA JUGA:IGIC 2026 Tetapkan Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI dan Hasilkan Jakarta Understanding

Ia menyatakan, reformasi PBB memang tidak dapat diselesaikan dalam semalam, tetapi besarnya krisis global dan kondisi kemanusiaan yang dihadapi saat ini menuntut dunia untuk segera mengambil langkah nyata. 

“Indonesia senantiasa percaya pada PBB. Akan tetapi, kepercayaan pada PBB juga berarti percaya bahwa PBB harus berevolusi seiring dengan dunia yang dilayaninya,” ujar Menlu RI, Sugiono melalui keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).

Lebih lanjut, Menlu RI menekankan bahwa pembenahan sistem multilateral tidak boleh berhenti pada PBB semata, melainkan juga harus menyasar arsitektur keuangan internasional.

Penataan ulang sistem keuangan dunia dinilai sangat krusial agar mampu memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang serta memperluas peluang mereka dalam menentukan prioritas pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: