Kisah Yopanda, Petani Jebolan Paket C yang Belajar Komputer hingga Kini Jadi Supervisor

Senin 17-08-2026,23:42 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Di wilayah hulu Pegunungan Tanggamus, perusahaan bersama masyarakat telah menanam lebih dari 11.000 pohon serta membangun sekitar 700 rorak atau lubang resapan air sejak 2016 hingga 2026.

Upaya ini memperkuat daerah tangkapan air, mengurangi risiko erosi, dan membantu menjaga kelestarian sumber daya air, sekaligus berjalan beriringan dengan pendampingan kepada petani kopi agar dapat meningkatkan produktivitas melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan.

Sementara itu, di wilayah hilir, perusahaan mengembangkan Taman Kehati Galih Batin seluas sekitar 3,2 hektare sebagai ruang terbuka hijau sekaligus pusat edukasi lingkungan.

Berdasarkan penelitian bersama Universitas Lampung pada 2025, kawasan ini memiliki indeks keanekaragaman hayati sebesar 3,16 yang tergolong tinggi, dengan sedikitnya enam spesies tanaman endemik dan 22 jenis burung yang telah teridentifikasi.

BACA JUGA:Disuruh Transfer Malah Gelut, Kurir di Bekasi Dibacok Mandau saat Antar Paket COD

Upaya menjaga sumber daya air juga berjalan beriringan dengan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), Pabrik AQUA Tanggamus mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 1.037 warga melalui penyediaan 203 sambungan akses air bersih yang terhubung langsung ke rumah-rumah warga, sehingga masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program WASH juga dilengkapi dengan edukasi mengenai sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Pesan Terakhir Korban Kebakaran Glodok Plaza ke Orangtuanya: Yah Tolong Bayarin Paket COD

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program pengelolaan sampah “Sampahku Tanggung Jawabku” yang sejak dimulai hingga 2026 telah mengelola sekitar 378 ton sampah plastik, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi lingkungan di sekolah, pendampingan kelompok wanita tani, hingga pembinaan kelompok usaha mikro agar mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Di sisi sosial, komunitas karyawan Pabrik AQUA Tanggamus turut menjalankan berbagai kegiatan bersama masyarakat, antara lain penyaluran santunan bagi anak yatim piatu, penyediaan akses air bersih di sejumlah rumah ibadah, serta edukasi pengelolaan sampah.

Di lingkungan internal, pembinaan karakter dilakukan melalui kegiatan rutin bersama tokoh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang produktif sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial.

 

Kategori :