Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Ada lagu yang selesai ketika musik berhenti. Tetapi ada pula lagu yang justru mulai berbicara setelah musiknya selesai.

“Mirasantika” karya Rhoma Irama termasuk jenis yang kedua.

Lagu itu mungkin lahir dari kegelisahan sosial pada zamannya. Namun kegelisahan tersebut ternyata belum ikut menua. Minuman keras masih beredar. Narkotika masih menjadi ancaman. Bahkan, bentuknya semakin beragam, jalurnya semakin canggih, dan cara memasarkannya semakin pandai menyamar sebagai gaya hidup.

Dulu orang mungkin mengenal narkotika sebagai sesuatu yang jauh, tersembunyi, dan identik dengan dunia tertentu. Sekarang persoalannya jauh lebih rumit. Ia dapat masuk melalui pergaulan, hiburan, lingkungan kerja, pesta, bahkan melalui jaringan digital. Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.

Di sinilah “Mirasantika” menjadi menarik dibaca secara hermeneutika.

Hermeneutika tidak hanya bertanya: apa arti lagu itu ketika diciptakan?

Hermeneutika juga bertanya: apa arti lagu itu bagi kita sekarang?

Dan pertanyaan kedua inilah yang membuat lagu lama tersebut menjadi terasa baru.

BACA JUGA:50 Twibbon HUT ke-81 TNI 5 Oktober 2026 Keren dan Gratis Lengkap Ucapan, Bisa Share di Medsos!

Lagu sebagai Teks Kehidupan

Pada tingkat pertama, kita membaca “Mirasantika” sebagai teks.

Lagu ini menggunakan personifikasi yang sederhana tetapi kuat. Miras dan narkotika seolah-olah diperlakukan seperti seseorang yang pernah dicintai, kemudian ditinggalkan setelah diketahui membawa kehancuran.

Pengakuan:

“Dulu aku suka padamu...”

sebenarnya bukan sekadar pengakuan seorang pemakai. Ia dapat dibaca sebagai gambaran tentang 'relasi manusia dengan kenikmatan'.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait