Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

Kenikmatan sesaat dapat dibandingkan dengan kerusakan yang berlangsung bertahun-tahun.

Uang habis.

Tubuh rusak.

Relasi keluarga retak.

Produktivitas menurun.

Kejahatan dapat meningkat.

Masa depan menjadi kabur.

Karena itu, Al-Qur'an tidak sekadar berbicara tentang benda yang diminum. Ia berbicara tentang 'dampak moral dan sosial dari sesuatu yang menghalangi manusia dari kesadaran dan tanggung jawabnya'.

BACA JUGA:Wardah Low pH Micellar Pad Hadir dengan Japanese Mugwort dan Upcycled Lavender

Pesan itu kemudian ditegaskan lebih keras dalam *QS. Al-Ma'idah [5]: 90–91*. Khamr dan perjudian disebut sebagai perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan, karena dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian serta menghalangi manusia dari mengingat Allah dan melaksanakan salat.

Di sini kita menemukan sesuatu yang sangat penting.

Al-Qur'an tidak hanya melihat persoalan khamr dari sisi kesehatan tubuh. Ia melihatnya dari sisi 'kerusakan manusia sebagai makhluk moral dan sosial'.

Khamr dapat mengubah cara seseorang berhubungan dengan dirinya, dengan orang lain, dan dengan Tuhan.

Itulah sebabnya larangan tersebut memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar “jangan minum”.

Ia adalah peringatan:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait