Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

'jangan menyerahkan kesadaranmu kepada sesuatu yang akhirnya mengambil kendali atas dirimu'.

Untuk narkotika, Al-Qur'an memang tidak menyebut istilah narkotika secara eksplisit sebagaimana istilah modern. Namun prinsip-prinsip Qur'ani mengenai menjaga akal, menghindari kerusakan, dan menjauhi segala sesuatu yang membawa mudarat menjadi landasan penting dalam memahami persoalan tersebut.

Dengan demikian, narkotika dapat dibaca dalam kerangka *maqashid al-syari'ah, terutama perlindungan terhadap akal (hifz al-'aql) dan jiwa (hifz al-nafs).

Sebab akal bukan sekadar organ biologis.

Akal adalah instrumen manusia untuk membedakan baik dan buruk, mempertimbangkan akibat, mengendalikan keinginan, dan mengambil keputusan.

Ketika akal dirusak, yang ikut terancam bukan hanya individu, tetapi seluruh tatanan kehidupannya.

BACA JUGA:Jelang MotoGP Indonesia 2026: Polda NTB Perketat Verifikasi Stiker Parkir VIP di Sirkuit Mandalika

Mirasantika dan Gejala Zaman

Yang membuat “Mirasantika” semakin relevan adalah kenyataan bahwa masyarakat hari ini hidup dalam budaya yang semakin kuat mengejar sensasi.

Kita hidup di zaman ketika segala sesuatu ingin dibuat cepat.

Cepat kaya.

Cepat terkenal.

Cepat bahagia.

Cepat puas.

Bahkan kesedihan pun ingin segera dihilangkan.

Dalam masyarakat seperti ini, zat yang menawarkan “jalan pintas menuju kenikmatan” mempunyai ruang yang cukup besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait