Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

Jangan-jangan kita terlalu sibuk menghukum orang yang jatuh, tetapi lupa memperbaiki lantai tempat mereka jatuh.

Ketika Mirasantika Berubah Menjadi Gaya Hidup

Ironisnya, masyarakat modern sering kali sangat pandai mengemas sesuatu yang berbahaya menjadi sesuatu yang tampak menarik.

Bahaya dapat diberi kemasan estetis.

Kecanduan dapat diberi nama gaya hidup.

Minum dapat disebut lifestyle.

Pesta dapat disebut freedom.

Mabuk dapat dianggap sebagai ekspresi keberanian.

Sementara narkotika dapat masuk melalui bahasa yang lebih halus: relaksasi, eksperimen, pergaulan, kreativitas, atau sekadar “coba-coba”.

Bahasa memang luar biasa.

Ia dapat membuat sesuatu yang berbahaya terlihat biasa.

Karena itu, perjuangan melawan miras dan narkotika juga merupakan perjuangan melawan 'normalisasi budaya'.

Yang berbahaya bukan hanya ketika orang mulai menggunakan.

Yang lebih berbahaya adalah ketika masyarakat mulai mengatakan:

“Ah, itu biasa.”

Pada titik itulah alarm moral masyarakat mulai mati.

Hermeneutika Kecurigaan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait