Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

Ada satu pesan penting dalam lagu ini: 'penolakan'.

“Tak akan kureguk lagi.”

“Tak akan kucium lagi.”

Kalimat tersebut adalah simbol kesadaran.

Ia menunjukkan bahwa manusia masih mempunyai kemampuan untuk mengatakan 'tidak'.

Namun dalam kehidupan nyata, mengatakan “tidak” tidak selalu mudah.

Orang yang sudah mengalami ketergantungan tidak cukup hanya diberi ceramah moral. Ia membutuhkan pertolongan, rehabilitasi, lingkungan sosial yang sehat, keluarga yang mendukung, dan sistem yang mampu memulihkan martabatnya.

Karena itu, membaca “Mirasantika” secara hermeneutis juga berarti menghindari sikap menghakimi.

Kita harus membedakan antara 'menolak perilakunya' dan 'membuang manusianya'.

Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk menjauhi khamr, tetapi masyarakat tidak boleh kehilangan kasih sayang kepada orang yang telah terjerumus.

Sebab tujuan agama bukan sekadar menunjukkan bahwa seseorang salah.

Tujuan yang lebih tinggi adalah 'mengembalikan manusia kepada jalan yang benar'.

Masa Depan yang Dicuri

Pada akhirnya, barangkali inilah makna terdalam “Mirasantika”.

Yang dicuri oleh miras dan narkotika bukan hanya uang.

Bukan hanya kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait