Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan
Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-
Dan seperti semua cermin, masalahnya bukan apakah cermin itu masih bagus, tetapi apakah kita masih berani melihat wajah sendiri di dalamnya.
Tiga puluh tahun lebih setelah lagu itu bergaung, problem yang dikritiknya belum selesai.
Bahkan mungkin lebih rumit.
Miras dapat berubah bentuk.
Narkotika dapat berubah jenis.
Cara distribusinya berubah.
Bahasa promosinya berubah.
Teknologi peredarannya berubah.
Tetapi satu hal tidak berubah:
'manusia masih mudah tergoda oleh kenikmatan yang menjanjikan kebahagiaan cepat.'
Karena itu, pesan lagu Rhoma Irama tetap aktual.
Al-Qur'an mengingatkan agar manusia menjauhi khamr karena ia dapat menjadi pintu permusuhan dan menjauhkan manusia dari kesadaran kepada Tuhan.
Hermeneutika mengajak kita melangkah lebih jauh: membaca pesan itu dalam konteks masyarakat kita sendiri.
Dan masyarakat hari ini perlu bertanya:
Apakah kita sedang membangun generasi yang mampu mengendalikan keinginannya, atau justru generasi yang mudah dikendalikan oleh keinginannya?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: