Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Begitu pula minuman keras. Ia tidak selalu hadir sebagai botol yang disembunyikan di bawah meja. Ia dapat hadir sebagai bagian dari gaya hidup, simbol keberanian, pergaulan, kebebasan, bahkan prestise.-dok disway-

Dalam hermeneutika Paul Ricoeur, teks dapat dibaca melalui apa yang sering disebut sebagai *hermeneutika kecurigaan*: kita tidak berhenti pada apa yang tampak di permukaan, tetapi berusaha membongkar kepentingan, struktur, dan realitas yang berada di baliknya.

“Mirasantika” dapat dibaca dengan cara demikian.

Di balik botol ada industri.

Di balik transaksi ada keuntungan.

Di balik keuntungan ada jaringan.

Di balik jaringan ada pasar.

Dan di balik pasar ada manusia yang menjadi konsumen sekaligus korban.

Karena itu, perang melawan narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna di ujung rantai.

Masyarakat juga harus bertanya:

Siapa yang memperoleh keuntungan dari kehancuran manusia?

Pertanyaan ini penting.

Sebab seorang pecandu mungkin memperoleh kesenangan beberapa jam, tetapi ada pihak lain yang memperoleh keuntungan ekonomi dari ketergantungannya.

Di sinilah tragedi itu menjadi lebih ironis.

Seseorang membayar untuk menghancurkan dirinya sendiri.

Sementara orang lain mendapatkan keuntungan dari kehancuran tersebut.

“Tak Akan Kureguk Lagi”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait