Nyanyian Debu di Bawah Langit Az-Zariyat

Kamis 27-08-2026,11:00 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Namun satu virus kecil pernah menghentikan dunia. Satu gempa mampu merobohkan kota. Satu banjir dapat melumpuhkan peradaban. Satu hembusan angin dapat mengingatkan kita betapa rapuhnya semua yang kita banggakan.

Maka mungkin bukan kebetulan jika Surat Az-Zariyat dibuka dengan angin.

Angin adalah simbol kekuasaan yang tidak terlihat, tetapi nyata. Ia tidak memiliki bentuk, namun mampu mengubah bentuk segala sesuatu.

BACA JUGA:Penundaisme Maximus

Ia tidak dapat digenggam, tetapi dapat merobohkan bangunan. Ia mengajarkan bahwa kekuatan terbesar sering bekerja tanpa suara.

Begitu pula kehendak Allah. Pada akhirnya, yang akan ditanyakan bukanlah seberapa terkenal kita, melainkan seberapa bermanfaat kita. Bukan seberapa banyak orang mengenal nama kita, melainkan seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan.

Bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita mengisi kehidupan itu. Karena waktu bukan sekadar hitungan jam.

Ia adalah amanah. Setiap detik adalah kesaksian. Setiap menit adalah catatan.

Setiap keputusan adalah jejak yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Kita memang hanyalah debu di dalam angin.

Namun justru karena hidup ini sesingkat hembusan angin, setiap kebaikan menjadi sangat berharga.

BACA JUGA:Bangsa yang Memilih Berjalan Bersama

Debu tidak dapat memilih kapan ia akan jatuh. Tetapi manusia masih diberi kesempatan memilih bagaimana ia akan hidup sebelum akhirnya kembali kepada tanah.

Dan mungkin, di situlah letak kemuliaan manusia. Bukan pada besarnya kuasa yang dimiliki.

Melainkan pada kesadarannya bahwa seluruh kuasa itu hanyalah titipan. Ketika angin berhenti bertiup, semua akan kembali kepada asalnya.

Yang tertinggal bukanlah tepuk tangan. Bukan pula jabatan. Bukan kekayaan. Yang tertinggal hanyalah amal, dan jejak-jejak kebaikan yang pernah kita tanam sebelum kita benar-benar menjadi debu yang diterbangkan angin.

By Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta

Kategori :

Terkait

Kamis 13-08-2026,08:18 WIB

Berhentilah Memprovokasi Negeri

Kamis 16-07-2026,10:00 WIB

Penundaisme Maximus

Senin 13-07-2026,11:32 WIB

Bangsa yang Memilih Berjalan Bersama

Kamis 09-07-2026,08:58 WIB

Survival Guide di Republik Caption