Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi

Sabtu 29-08-2026,23:05 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Gedung-gedung modern kini semakin dipenuhi teknologi.

Sistem pencahayaan dapat dikendalikan secara otomatis, suhu ruangan bisa disesuaikan, konsumsi listrik dapat dipantau secara real-time, hingga gangguan pada sejumlah perangkat bisa terdeteksi sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Namun, kecanggihan itu ternyata belum otomatis membuat sebuah bangunan menjadi efisien.

Di balik gedung yang tampak modern dan serba terhubung, masih ada persoalan besar yang kerap luput dari perhatian: energi yang terbuang percuma.

BACA JUGA:Penelitian Schneider Electric: Mayoritas Perusahaan di Indonesia Fokus Investasi di Bidang Digitalisasi dan Keberlanjutan

Data Environmental Protection Agency (EPA) menunjukkan sekitar 30 persen energi di dalam gedung terbuang sia-sia.

Angka tersebut menjadi ironi di tengah tuntutan dunia untuk menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Terlebih, sektor bangunan menyumbang hampir 40 persen emisi karbon global.

Artinya, persoalan efisiensi bangunan bukan lagi sekadar urusan menekan tagihan listrik.

Ada persoalan yang jauh lebih besar, yakni bagaimana bangunan dapat menggunakan energi secara tepat tanpa mengorbankan kenyamanan, keselamatan, maupun keandalan operasional.

Persoalannya semakin kompleks karena pemborosan tidak selalu bermula ketika sebuah gedung mulai digunakan.

Sekitar 40 persen inefisiensi operasional bahkan diperkirakan sudah terbentuk sejak tahap desain.

BACA JUGA:Atasi Persoalan Sampah, PSEL Bekasi Akan Olah 1.500 Ton Sampah Jadi Listrik

Di sisi lain, industri konstruksi dan engineering sebenarnya telah menghasilkan data dalam jumlah sangat besar.

Namun, sekitar 95,5 persen data yang telah dikumpulkan di industri tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Kategori :