JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026.
IHSG anjlok 88,86 poin atau 1,33 persen ke level 6.589,34 di tengah tekanan sentimen global dan sikap investor yang cenderung wait and see.
Pelemahan tersebut juga tercermin pada pergerakan indeks saham unggulan.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Melemah Tipis 0,14 Persen ke Level 6.668
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut berakhir di zona merah dengan penurunan 8,27 poin atau 1,25 persen ke level 655,98.
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi ketika bursa global juga menghadapi sentimen negatif.
Investor kini mencermati sejumlah faktor eksternal, terutama pergerakan harga minyak dunia yang kembali menembus level USD100 per barel serta perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Harga Minyak Naik Jadi Sorotan
Sementara itu, pasar juga tengah menanti rilis data inflasi AS yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir September.
Data tersebut menjadi salah satu perhatian utama investor karena dapat memengaruhi sentimen pasar global dan pergerakan aset berisiko, termasuk saham.
Laporan data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah pada perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat 0,14 Persen ke 6.695,78, Ini 4 Saham Rekomendasi Analis
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan, sentimen negatif di pasar turut dipengaruhi oleh harga minyak acuan global yang menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya dalam sekitar tiga setengah bulan.
"Selain itu, pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memperkuat perkiraan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir bulan ini," tutur Priyambada.