Selain kandungan nutrisinya, teh hangat juga memiliki keunggulan dari sisi pengalaman minum.
Banyak orang merasa minuman hangat lebih nyaman dan menenangkan.
Minum teh hangat juga bisa bagian dari rutinitas untuk bersantai atau melepas penat.
Kebiasaan menikmati minuman hangat secara perlahan juga bisa membuat seseorang lebih mindful saat minum.
Sedangkan, es teh mungkin lebih cocok untuk orang yang menginginkan minuman menyegarkan, terutama ketika cuaca panas.
BACA JUGA:Bulan Kesehatan Gigi 2026, Masalah Gigi Sering Dibiarkan hingga Diobati Sendiri
Mana yang Lebih Sehat, Es Teh atau Teh Hangat?
Secara umum, tidak ada pilihan yang mutlak lebih sehat antara es teh dan teh hangat.
Perbedaan kandungan dan manfaat relatif kecil selama keduanya dibuat dari daun teh asli, tak mengandung banyak gula atau sirup, dan menggunakan jenis teh yang sebanding.
Chow mengatakan bahwa teh paling sehat adalah teh tanpa gula yang disukai dan bisa diminum secara rutin.
Itu artinya, jika seseorang lebih menikmati es teh sehingga lebih konsisten mengonsumsinya tanpa gula, pilihan tersebut tetap baik. Begitu pula dengan teh hangat.
Bahan Tambahan Gula dalam Teh
Yang jauh lebih penting untuk diperhatikan adalah bahan tambahan yang digunakan.
Biasanya, es teh yang dijual di pasaran atau restoran itu seringkali mengandung gula atau sirup dalam jumlah cukup banyak.
Tambahan ini bisa mengubah profil kesehatan minuman yang sebenarnya berasal dari teh.
Diketahui, satu sendok makan gula mengandung sekitar 12-15 gram karbohidrat dan menambah kalori dengan nilai gizi yang relatif rendah.
Apabila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, asupan gula dapat berkontribusi terhadap lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Maka dari itu, manfaat dari senyawa alami dalam teh ini bisa berkurang jika minuman tersebut dikonsumsi bersama banyak gula.