BACA JUGA:Ketik Manusia Membela Tuhan
Persoalannya, kamera hanya bisa memperlihatkan wajah.
Ia tidak bisa memperlihatkan kedalaman jiwa.
Ketika “Merasa Gagah” Menjadi Personal Branding
Lirik “yang selalu merasa gagah” ternyata sangat aktual.
Pada zaman sekarang, “gagah” tidak selalu berarti kuat secara fisik. Ia bisa berarti sukses, populer, cantik, tampan, kaya, pintar, produktif, healing ke luar negeri, makan di restoran mahal, atau memiliki kehidupan yang tampak sempurna di Instagram.
Kehidupan pun perlahan berubah menjadi etalase.
BACA JUGA:Al-Hujurat di Tengah Industri Ghibah
Sarapan difoto.
Kopi difoto.
Liburan difoto.
Wisuda difoto.
Lamaran difoto.
Menangis pun kadang difoto.
BACA JUGA:Al-Waqiah dan Manusia yang Tak Pernah Cukup
Bahkan kesederhanaan pun bisa dipamerkan dengan sangat mewah.